Bersaing dengan Puluhan Pasangan, Bridge Buleleng Tembus Empat Besar Nasional

0
89

 

 

Balinetizen.com, Buleleng

Atlet bridge Kabupaten Buleleng menorehkan prestasi pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bridge ke-60 Tahun 2026 yang berlangsung di Kompleks Perkantoran Gubernur Sulawesi Barat, Mamuju.

Pasangan Gede Raditya Manohara, S.Kom. dan Drs. I Made Nuridja, M.Pd. berhasil menembus babak final dan finis di posisi keempat nasional pada nomor Pasangan Open/Terbuka.

Kejurnas Bridge ke-60 berlangsung 19–24 September 2026 dan diikuti atlet dari berbagai daerah serta klub di Indonesia. Pada nomor pasangan, kategori Open diikuti 42 pasangan, sementara kategori KU25 diikuti 22 pasangan.

Ketua GABSI Buleleng, Drs. I Made Nuridja, M.Pd., yang dikonfirmasi Rabu (23/9) mengatakan, hasil yang diraih bersama Gede Raditya Manohara menjadi capaian positif bagi Buleleng. Terlebih, persaingan di kategori Open cukup ketat karena mempertemukan pasangan dari berbagai daerah dan klub dengan pengalaman bertanding di tingkat nasional.

“Kami bersyukur bisa masuk empat besar nasional. Persaingan di kategori Open cukup ketat karena diikuti pasangan-pasangan dari berbagai daerah dan klub di Indonesia. Hasil ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kemampuan,” ujar Nuridja.

Pada babak final, pasangan Buleleng harus bersaing dengan 15 pasangan lainnya. Pertandingan menggunakan format Matchpoint Barometer.

Gelar juara diraih pasangan Yere dan Yongky Tumbel dari Tomohon dengan skor 60,16 persen. Posisi runner-up ditempati Bert Toar Polii dan Paulus Sugandi dari Djarum Bridge Club dengan 57,62 persen. Sedangkan posisi ketiga diraih pasangan Jaury Sakkung dan Mulyadi dari Palu dengan 53,65 persen.

Raditya dan Nuridja berada di posisi keempat dengan skor 52,70 persen. Buleleng hanya terpaut 0,95 poin persentase dari pasangan yang menempati posisi ketiga.

Menurut Nuridja, selisih skor yang relatif tipis tersebut menunjukkan ketatnya persaingan di papan atas. Hasil itu sekaligus menjadi evaluasi bagi pasangan Buleleng untuk meningkatkan konsistensi permainan.

Baca Juga :  Wujudkan Lingkungan Lestari, Pertalite Harga Khusus Diminati Masyarakat

“Masih ada beberapa hal yang perlu kami evaluasi, terutama bagaimana menjaga konsistensi permainan. Ini menjadi pengalaman berharga karena kami bisa mengukur kemampuan dengan pasangan-pasangan dari berbagai daerah,” katanya.

Selain turun di nomor Open, Buleleng juga menurunkan pasangan junior KU25, yakni Gede Arya Suryana Murtika Wangsa dan Ni Putu Puja Parwati Dewi. Meski belum berhasil menembus babak final nomor Pasangan Junior KU25, keduanya tetap melanjutkan pertandingan melalui side event Pasangan Kongres.

Hasilnya, pasangan junior Buleleng berhasil meraih Juara 1 Junior (Best Junior). Nuridja mengatakan, raihan tersebut menjadi catatan positif dalam pembinaan atlet muda Buleleng. Menurutnya, pengalaman tampil di Kejurnas sangat penting untuk menambah jam terbang sekaligus membangun mental bertanding atlet junior.

“Untuk atlet junior, yang terpenting mereka mendapatkan pengalaman bertanding. Mereka bisa merasakan atmosfer Kejurnas dan menghadapi pasangan dari berbagai daerah. Raihan Best Junior tentu menjadi tambahan motivasi bagi mereka,” jelasnya.

Kontingen Buleleng sendiri diperkuat empat atlet, yakni Gede Raditya Manohara, S.Kom., Drs. I Made Nuridja, M.Pd., Ni Putu Puja Parwati Dewi, dan Gede Arya Suryana Murtika Wangsa.

Keempat atlet tersebut ambil bagian dalam tiga nomor pertandingan, yakni Pasangan Junior KU25, Pasangan Open/Terbuka, dan Beregu Kelas B.

Setelah menyelesaikan pertandingan nomor pasangan, perjuangan Buleleng masih berlanjut pada nomor Beregu Kelas B. Pertandingan menggunakan sistem round robin sebanyak sembilan round yang kemudian dilanjutkan dengan babak play-off.

Buleleng membawa target untuk dapat naik kelas ke Kelas A pada Kejurnas berikutnya. Target tersebut menjadi motivasi bagi para atlet untuk menjaga konsistensi permainan hingga pertandingan berakhir.

“Untuk beregu, kami masih punya target yang ingin dicapai. Kami berharap bisa bermain konsisten dan memberikan hasil terbaik. Target ke depan tentu bagaimana Buleleng bisa naik kelas ke Kelas A,” tandas Nuridja. GS

Baca Juga :  55 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia-Singapura Perkuat Kerja Sama Bilateral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here