Bertambah 47 Orang, Kasus Baru COVID-19 di Bali Cetak Rekor Tertinggi, Disiplin Wajib Ditingkatkan

0
429
Update kasus COVID-19 di Bali, Rabu, 17 Juni 2020.

Balinetizen.com, Denpasar-

 

Penambahan harian kasus baru positif COVID-19 di Bali kembali mencatatkan rekor baru yang menunjukkan wabah ini masih menjadi ancaman serius.
Pada Rabu, 17 Juni 2020, Bali mencatatkan rekor tertinggi penambahan kasus baru positif COVID-19 dengan ada tambahan 47 kasus baru, terdiri dari 1 orang PMI, 1 orang Imported Case Indonesia dan 45 orang Transmisi Lokal.
Jumlah ini merupakan kasus baru tertinggi sejak pertama kali diumumkan ada kasus positif COVID-19 di Bali pada 11 Maret 2020.
Dengan tambahan 47 kasus baru ini, jumlah kumulatif pasien positif COVID-19 di Bali berjumlah 829 orang.
Jumlah pasien yang telah sembuh sejumlah 542 orang (bertambah 32 orang WNI, terdiri dari 11 orang PMI dan 21 orang Transmisi Lokal). Sedangkan jumlah pasien yang meninggal sejumlah 6 orang.
Jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) 281 orang yang berada di 11 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah dan BPK Pering).
Warga dihimbau tetap disiplin dan sebisa mungkin mengurangi aktivitas ke luar rumah. Dalam hal melaksanakan aktivitas ke luar rumah, agar masyarakat dengan tertib dan disiplin mengikuti protokol pencegahan COVID-19.
Yakni selalu menjaga jarak fisik dan sosial, wajib menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir atau menggunakan hand sanitizer serta selalu melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dll.
Tiga bulan berjalan wabah corona belum juga menunjukkan tanda untuk lenyap dari muka bumi. Jika dilihat dari jumlah, kasus Covid-19 mengalami peningkatan yang cukup tinggi yang datangnya dari transmisi lokal.
Hal ini menunjukkan masih banyaknya masyarakat yang kurang menerapkan protokol kesehatan di tengah aktivitasnya.
Untuk memberikan pelayanan secara optimal terutama penyampaian hasil swab berbasis PCR dari laboratorium  kepada pasien yang belakangan ini mengalami perlambatan akibat jumlah kasus yang semakin meningkat, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan ke depan akan ada dua (2) rumah sakit yang dilengkapi laboratorium uji Swab-PCR.
“Yakni Rumah Sakit Bali Mandara dan UPTD. Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali, yang akan aktif pada awal Juli mendatang,” terang Dewa Indra.
Dengan bertambahnya jumlah laboratorium uji Swab-PCR di Bali, diharapkan mampu meningkatkan kecepatan tim medis dalam mengeluarkan hasil uji Swab-PCR yang nantinya juga akan memberi dampak semakin cepatnya sirkulasi layanan bagi pasien khususnya yang sedang menjalani karantina.
Dewa Indra mengingatkan bertambahnya kasus Covid-19 di Bali jangan sampai membuat kita kehilangan semangat. Namun jangan juga karena terlalu berdedikasi kita lupa untuk menjaga kesehatan diri kita.
“Baiknya kita menyeimbangkan antara tugas kewajiban dan juga hak kita untuk tetap sehat dengan pembagian waktu tenaga medis berjaga dalam penanganan Covid-19 dengan teman sejawatnya,” ujar Dewa Indra.
“Selain itu untuk mempercepat proses penyampaian hasil uji Swab-PCR kepada pasien, antara form input dan form laporan harus satu,” tandas Dewa Indra

Baca Juga :  LIXIL Resmikan Experience Center Keempat di Bali, Target Arsitek dan Properti Premium

 

Editor : SUT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here