BI Balinusra Dorong Pertanian Modern, Bantuan Drone hingga Cold Storage Dukung Pengendalian Inflasi

0
194

 

Balinetizen.com, Tabanan

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) se-Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) atau Balinusra terus memperkuat sinergi dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan sarana dan prasarana pertanian modern kepada sejumlah kelompok tani di wilayah Balinusra.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Balinusra 2026 yang digelar pada 26 Juli 2026. Fokus utama kegiatan ini adalah memperkuat strategi pengendalian inflasi dari sisi ketersediaan produksi pangan melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian.

Melalui bantuan tersebut, Bank Indonesia berharap produktivitas pertanian meningkat, proses budidaya menjadi lebih efisien, kualitas hasil panen semakin baik, serta keberlanjutan produksi komoditas pangan strategis di daerah dapat terjaga.

Pada seremoni GPIPS Balinusra 2026 yang berlangsung di Subak Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, secara simbolis menyerahkan bantuan berupa drone sprayer kepada Kelompok Tani Padi Subak Guama. Penyerahan bantuan tersebut disaksikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali.

Pemanfaatan drone sprayer diharapkan mampu mempercepat proses penyemprotan lahan pertanian, meningkatkan ketepatan penggunaan pupuk dan pestisida, mengurangi biaya tenaga kerja, serta memperluas area yang dapat ditangani dalam waktu yang lebih singkat.

Sementara itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB menyalurkan bantuan kepada Kelompok Tani Bawang Putih Poktan Lendang Luar berupa hand tractor, cultivator, hand sprayer, dan hammer mill. Bantuan tersebut disaksikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB dan ditujukan untuk mendukung seluruh tahapan budidaya, mulai dari pengolahan lahan, pemeliharaan tanaman hingga pengolahan hasil panen.

Di Provinsi NTT, Bank Indonesia menyerahkan bantuan berupa cold storage dan cultivator kepada Kelompok Tani Cabai P4S Tilang One Farm yang disaksikan oleh Gubernur NTT. Keberadaan fasilitas cold storage diharapkan mampu memperpanjang masa simpan cabai, mengurangi kehilangan hasil pascapanen, serta menjaga kontinuitas pasokan ke pasar sehingga membantu stabilisasi harga.

Baca Juga :  Jaga Momentum Positif Pengendalian Pandemi

Bank Indonesia menilai upaya pengendalian inflasi pangan tidak cukup hanya melalui stabilisasi harga dalam jangka pendek. Penguatan kapasitas produksi dari hulu hingga hilir menjadi langkah strategis untuk menciptakan sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.

Karena itu, dukungan terhadap mekanisasi pertanian, penyediaan sarana produksi, penerapan teknologi pascapanen, serta peningkatan kapasitas kelompok tani terus didorong agar mampu membangun ekosistem pangan yang lebih produktif, efisien, dan berdaya saing.

Dalam sambutannya, Asisten Gubernur Bank Indonesia menegaskan bahwa Bank Indonesia berkomitmen mendukung pengembangan pertanian modern sebagai salah satu langkah strategis menjaga ketersediaan pangan nasional. Menurutnya, petani memiliki peran penting sebagai aktor utama dalam memastikan pasokan pangan tetap terjaga.

Ke depan, Bank Indonesia se-Balinusra akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dinas teknis, kelompok tani, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas penerapan teknologi pertanian modern, meningkatkan kesejahteraan petani, menjaga keberlanjutan pasokan pangan, serta mendukung terciptanya inflasi yang rendah dan stabil demi mewujudkan masyarakat Balinusra yang semakin sejahtera. (Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here