Binaraga Buleleng Catat Prestasi di Asia, Komang Gading Darmawan Raih Perak

0
38

 

Balinetizen.com, Buleleng

Atlet Binaraga Buleleng kembali mencatatkan prestasi di tingkat Asia. Pasalnya atlet binaraga asal Kabupaten Buleleng, Komang Gading Darmawan, berhasil meraih medali perak pada ajang 58th Asian Bodybuilding and Physique Sports Championships 2026 di Bangkok, Thailand, pada Sabtu (26/9/2026).

Gading Darmawan turun di nomor Men’s Bodybuilding kelas 75 kilogram. Dalam persaingan dengan atlet dari sejumlah negara Asia, ia berhasil mengamankan posisi kedua. Medali emas diraih Sagendra Sing dari Nepal. Sementara medali perunggu diraih Stoyanov Valeriy dari Nepal, Himanshu Upadhyay dari India, dan Vo Van Hoai dari Vietnam.

Ketua Pengkab Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) Buleleng, I Made Widiasa Pasputra mengaku bangga sekaligus terharu atas keberhasilan atlet binaannya menembus podium kejuaraan tingkat Asia.

Menurut Widiasa, prestasi tersebut merupakan hasil dari persiapan panjang yang dilakukan Gading Darmawan selama kurang lebih satu tahun. Program latihan dan persiapan pertandingan dijalankan secara bertahap akhirnya mampu menunjukkan performa terbaiknya di Bangkok.

“Dari persiapan sampai latihan selama satu tahun, semuanya berjalan sesuai dengan yang kami harapkan. Kami memang yakin Gading Darmawan bisa berdiri tegak di podium,” ujarnya.

Ia menyebut sebelum pertandingan, belum dapat memprediksi posisi yang akan diraih Gading Darmawan, lantaran kekuatan para atlet dari negara peserta belum diketahui secara pasti.

“Gambaran peluang Gading mulai terlihat setelah menjalani babak pre-judging,” terangnya.

“Ketika melihat penampilannya saat pre-judging, saya sudah punya bayangan Gading masuk tiga besar. Astungkara, akhirnya Gading masuk final dan meraih juara dua,” ucap Widiasa menegaskan.

Widiasa menilai Gading Darmawan tampil dengan persiapan yang matang. Kondisi fisik, conditioning, ketebalan otot, serta penampilan di atas panggung disebut telah dipersiapkan secara optimal.

Baca Juga :  SUAKA Minta Pemerintah Selamatkan 120 Pengungsi Rohingya Terombang-Ambing Di Perairan Bireun, Aceh

Dijelaskan bahwa dalam olahraga binaraga, penilaian juri memiliki unsur subjektivitas, atlet dinilai dari berbagai aspek penampilan. Karena itu, hasil akhir sepenuhnya menjadi kewenangan juri.

“Kalau melihat dari kesiapan, conditioning, dan ketebalannya, menurut pandangan kami Gading Darmawan layak mendapatkan emas. Namun, kacamata juri tentu berbeda dengan kacamata kami,” terangnya.

Selain Gading Darmawan, Buleleng juga mengirimkan Dewa Putu Bayu pada kejuaraan tersebut. Bayu dijadwalkan tampil pada nomor berikutnya. PBFI Buleleng berharap atlet tersebut juga mampu memberikan hasil terbaik.

Terkait regenerasi, Widiasa mengatakan pembinaan atlet binaraga membutuhkan waktu relatif panjang. Atlet tidak bisa dipersiapkan hanya dalam waktu dua atau tiga bulan. Diperlukan proses latihan berkelanjutan untuk membangun performa dan kesiapan bertanding.

Gading Darmawan yang kini berusia 28 tahun masih menjadi salah satu atlet yang diharapkan mampu kembali menorehkan prestasi. Begitu pula Dewa Putu Bayu yang berusia sekitar 37 tahun. Keduanya dinilai masih memiliki kesempatan untuk terus bersaing pada berbagai kejuaraan.

Di sisi lain, Widiasa berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng dan KONI terhadap pembinaan binaraga dapat terus ditingkatkan, terutama dalam hal pembiayaan persiapan atlet.Menurutnya, pembinaan atlet binaraga membutuhkan persiapan sepanjang tahun.

“Dukungan yang berkesinambungan diperlukan agar atlet dapat menjalani program latihan secara optimal dan memiliki kesempatan lebih besar untuk tampil pada kejuaraan tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here