Balinetizen.com, JembranaÂ
Transaksi jual beli di Pasar Umum Negara (PUN) sejak beberapa hari terhenti total. Rencana revitalisasi mengharuskan para pedagang pindah ke tempat relokasi yang telah disiapkan. Pemkab Jembrana menyiapkan dua lokasi sebagai tempat relokasi yakni
di areal Parkir Pemkab Jembrana dan Peken Ijogading.
Pantauan Kamis (24/8/2023), Pasar terbesar di Kabupaten Jembrana, Bali diramaikan dengan aktivitas pembongkaran. Selain pintu rolling door, beberapa pedagang juga membongkar penyekat kios dari papan maupun seng.
Aktivitas pembongkaran juga terlihat di deretan pertokoan depan pasar. Bahkan pemilik toko harus merogoh kocek hingga jutaan rupiah. Karena pintu rolling door harmonika yang dibongkar memiliki ukuran cukup besar sekitar 5 meter.
Salah seorang pemilik toko, Sanjaya mengatakan, untuk membongkar pintu rolling door harmonika toko miliknya, ia harus mengeluarkan uang Rp.1 juta sebagai ongkos tukang. “Dari bongkar sampai terima di rumah ongkosnya segitu, 1 juta,” ujarnya, Kamis (24/8/2023).
Pemilik terpaksa membawa pulang pintu rolling door harmonika toko miliknya. Karena ketika hendak dijual dihargakan sangat murah Rp.2,5 juta sampai Rp.3 juta.
Sementara pedagang emas harus merogoh kocek lebih banyak hingga 2 juta lebih. Karena selain ongkos membongkar pintu rolling door harmonika, juga brankas tempat menyimpan emas.
Disisi lain, harga pintu rolling door aluminum kios di dalam pasar paling mahal terjual Rp.700 ribu. Harga tersebut tergantung kondisi rolling door. Bahkan ada rolling door dengan ukuran 2 sampai 2,5 meter hanya dihargakan Rp.300 ribu. (Komang Tole)

