Foto ilustrasi bencana tanah longsor di Badung, 2023
Balinetizen.com, DenpasarÂ
BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Bali merilis jumlah data kebencanaan dari BPBD kabupaten/kota se-Bali dimana terjadi penurunan dalam jumlah angka kebencanaan.
Dimana dari data sebelumnya di bulan Februari terjadi angka kebencanaan sebanyak 245 kini di bulan Maret 2023 angkat turun sebanyak 136 bencana, kini menjadi 109 bencana.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali I Made Rentin bersyukur angka kebencanaan di provinsi Bali menurun.
Ia pun merinci jumlah data kebencanaan dari BPBD Kab/Kota periode 25 Februari 2023 sampai dengan 25 Maret 2023 terjadi 109 kejadian bencana, dimana kata dia paling banyak didominasi tanah longsor.
“Kejadian bencana ini di dominasi kejadian tanah longsor sebanyak 24 kejadian,” kata I Made Rentin dalam keterangan resminya, Senin (27/3/2023).
Sementara itu, kejadian kebakaran gedung rupanya menjadi jumlah kedua paling tinggi di Bali sebanyak 15 kejadian.
Disusul cuaca ekstrem 13 kejadian, kemudian banjir 8 kejadian, kebakaran lahan/hutan 1 kejadian, abrasi 1 kejadian serta kejadian lainnya 47 kejadian.
Berdasarkan lokasi kejadian, terang Rentin lokasi terbanyak terjadi di Kabupaten Buleleng yakni sebanyak 35 kejadian bencana.
Kemudian 23 kejadian bencana di Kabupaten Badung, 14 kejadian di Kabupaten Karangasem, 11 kejadian di Kabupaten Tabanan, 10 kejadian di Kabupaten Jembrana, 8 kejadian di Kabupaten Gianyar, 3 kejadian di Kabupaten Bangli dan Kabupaten Klungkung, serta 2 kejadian di Kota Denpasar.
“Berdasarkan data di atas terjadi penurunan jumlah kejadian bencana dari 245 kejadian bencana pada bulan Februari 2023 menjadi 109 kejadian pada bulan Maret 2023,” tandas Rentin.
Meski memasuki bulan kemarau di April 2023, pihaknya tetap mengimbau warga masyarakat untuk tetap waspada terhadap adanya ancaman seperti genangan di ruas jalan, pohon tumbang, tanah longsor.
Pewarta : Tri Prasetiyo

