Balinetizen.com, Jember
Pemerintah Kabupaten Jember bersama Fakultas Pertanian Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) resmi meluncurkan Inkubator Agribisnis UKRI di Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember. Program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hilirisasi komoditas pertanian, khususnya jagung, sekaligus mendorong lahirnya UMKM berbasis pertanian melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, kementerian, dunia usaha, lembaga perbankan, petani, dan kelompok tani.
Peluncuran Inkubator Agribisnis UKRI diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan sektor pertanian yang lebih modern, berdaya saing, dan berkelanjutan. Selain meningkatkan produktivitas, program ini juga diarahkan untuk menciptakan nilai tambah hasil pertanian, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), menegaskan bahwa kemajuan sektor pertanian hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“Kabupaten Jember memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Tantangan kita hari ini bukan hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi bagaimana hasil pertanian tersebut mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat melalui hilirisasi, pengembangan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja. Karena itu, kami menyambut baik kehadiran Inkubator Agribisnis UKRI sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Jember dalam membangun ekosistem agribisnis yang lebih maju dan berkelanjutan,” ujar Gus Fawait.
Ia juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat.
“Kami percaya perguruan tinggi memiliki peran penting dalam melahirkan inovasi dan solusi bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Jember membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar hasil riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat dapat memberikan manfaat nyata bagi petani, kelompok tani, UMKM, serta generasi muda yang ingin mengembangkan usaha di sektor pertanian. Kami berharap Jember dapat menjadi daerah percontohan pengembangan agribisnis berbasis inovasi dan kemitraan,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian UKRI, M. Arief A. Bisma, menjelaskan bahwa Inkubator Agribisnis UKRI dirancang sebagai pusat inovasi dan pendampingan yang menghubungkan seluruh rantai nilai agribisnis, mulai dari budidaya, hilirisasi, pembiayaan, hingga pemasaran.
“Inkubator Agribisnis UKRI bukan sekadar program pendampingan pertanian, tetapi sebuah ekosistem kolaborasi. Kami ingin menghadirkan model yang menghubungkan petani, kelompok tani, UMKM, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan perguruan tinggi sehingga hasil pertanian memiliki nilai tambah yang lebih besar dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, fokus awal program adalah hilirisasi komoditas jagung yang diharapkan mampu mendorong tumbuhnya berbagai usaha mikro dan kecil berbasis pangan sekaligus mencetak agropreneur baru di Kabupaten Jember.
Inkubator Agribisnis UKRI dikembangkan melalui kolaborasi Fakultas Pertanian UKRI, Pemerintah Kabupaten Jember, Kementerian UMKM, PT Syngenta, PT YKB Merah Putih, lembaga perbankan, serta petani dan kelompok tani. Kolaborasi tersebut meliputi pendampingan budidaya jagung dan komoditas unggulan, hilirisasi hasil pertanian, pengembangan UMKM berbasis pertanian, peningkatan kapasitas petani, penguatan akses pembiayaan, pengembangan kemitraan usaha, hingga perluasan akses pasar.
Melalui program ini, Kabupaten Jember diharapkan menjadi salah satu model pengembangan agribisnis berbasis kolaborasi yang mampu mengintegrasikan inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (Bam)

