Bupati Sanjaya Dorong Penguatan PAD untuk Wujudkan Kemandirian Fiskal Tabanan

0
33

 

Balinetizen.com, Tabanan

 Upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah terus didorong Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui penguatan sinergi dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., saat menghadiri Sosialisasi Optimalisasi Sinergi Pendapatan Asli Daerah guna Mewujudkan Kemandirian Fiskal Kabupaten Tabanan, yang berlangsung di Ruang Rapat Jayaning Singasana, Sabtu (19/9).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Sekda Tabanan beserta para asisten, kepala perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, narasumber, serta para peserta sosialisasi. Sebanyak 155 peserta mengikuti kegiatan ini, yang terdiri atas kepala perangkat daerah penghasil, kepala perangkat daerah terkait pengelolaan pendapatan, serta pejabat dan staf pada perangkat daerah penghasil, khususnya yang menangani pajak dan retribusi daerah.

Sosialisasi ini digelar sebagai langkah strategis dalam menghadapi dinamika kebijakan pusat, termasuk efisiensi dana transfer, yang menuntut pemerintah daerah untuk semakin kreatif, inovatif, dan terukur dalam menggali potensi penerimaan lokal. Melalui kegiatan ini, Pemkab Tabanan berupaya membedah potensi daerah, menyelaraskan persepsi terkait aspek hukum dan teknis, serta memperkuat sinergi antar pengelola pendapatan daerah. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Direktur Pembiayaan Perumahan Perdesaan pada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman yang sebelumnya bertugas di Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Raden An’an Andri Hikmat, S.R.A.P., M.M.

Dalam sambutan Bupati Sanjaya yang dibacakan Wakil Bupati Dirga, disampaikan bahwa ketersediaan pendanaan merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah dan pencapaian visi-misi Kabupaten Tabanan. Namun, dinamika kebijakan efisiensi dana transfer pusat menuntut seluruh daerah untuk bertransformasi dan semakin berdikari. “Kemandirian fiskal bukan sekadar indikator angka-angka statistik di atas kertas APBD, tetapi lebih dari itu merupakan wujud kedaulatan daerah dalam menentukan arah pembangunannya sendiri,” tegasnya.

Baca Juga :  SPORC KLHK Semakin Hebat

Bupati Sanjaya menekankan, semakin tinggi derajat kemandirian fiskal akan memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi pemerintah daerah dalam merancang program yang berpihak kepada masyarakat. Karena itu, PAD diharapkan dapat menjadi tulang punggung stabilitas dan kemandirian pembiayaan daerah.

Bupati Sanjaya juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk meninggalkan mental ego sektoral, membangun kolaborasi, serta memiliki kepekaan terhadap potensi pendapatan di masing-masing sektor.

“Jangan hanya pandai mengusulkan anggaran belanja, tetapi harus kreatif dan inovatif dalam menggali serta meningkatkan potensi pendapatan di sektor masing-masing,” pesannya. Ia juga menegaskan bahwa peningkatan PAD bukan semata-mata menjadi tugas satu perangkat daerah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen Pemerintah Kabupaten Tabanan sesuai dengan perannya masing-masing.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Tabanan, Ni Wayan Mariati, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi perangkat daerah dalam mengakselerasi pengelolaan pendapatan daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui evaluasi kebijakan dan regulasi, inventarisasi kendala pengelolaan pendapatan, serta langkah konkret dan berkelanjutan dalam pemutakhiran data, penggalian potensi, penagihan, dan pengawasan. “Kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong transformasi tata kelola dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi penerimaan daerah serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam akselerasi penerimaan daerah,” jelasnya. @prokopimtabanan,-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here