
Balinetizen.com, Buleleng-
Luh wedasi (70) beralamat di Dusun/Desa Alasangker Kecamatan/Kabupaten Buleleng pada Sabtu, 10 Oktober 2020 sekitar Pukul 06.00 Wita ditemukan meninggal dunia gantung diri oleh anak kandungnya yang bernama Ketut Santiada (46).
Korban Luh Wedasi menggantung dirinya sendiri di balai tempat berteduh yang terbuat dari bambu beratap sengdengan ukuran lebar x panjang 2 x 3 meter dan tinggi 2 meter.
Dari keterangan anak korban yakni Ketut Santiada disebutkan bahwa Sabtu, 10 Oktober 2020 sekitar Jam 06.15 Wita, sebagaimana biasanya pada pagi ia mau ke merajan/sanggah untuk maturan kopi. Namun betapa terkejutnya, melihat ibunya dalam keadaan tergantung di balai dengan posisi tergantung mengarah ke barat, menggunakan tali nilon warna hijau.
Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya, SH seijin Kapolres Buleleng AKBP made Sinar Subawa, S.I.K, MH mengatakan dari hasil pemeriksaan luar tidak ada tanda-tanda kekerasan ditubuh korban. Dan pada leher korban tampak bekas jeratan tali nilon.
“Indikasi sakit yang diderita korban tidak kunjung sembuh. Korban sudah sejak lama menderita sakit struk dan konplikasi jantung, asam urat dan sudah menjalani pengobatan. Namun tidak sembuh-sembuh.” ujar Sumarjaya. “Dugaan korban meninggal akibat gantung diri.” tandasnya. GS
Editor : SUT
