Wakil Ketua Dewan Pers Muhamad Agung Dharmajaya
Balinetizen.com, Denpasar
Menghadapi Pemilu 2024 yang semakin mendekat, Wakil Ketua Dewan Pers, Muhamad Agung Dharmajaya, mengingatkan media untuk menjalankan tugas secara profesional dan mematuhi Kode Etik Jurnalis (KEJ) yang benar dan baik.
Profesionalisme dalam pemberitaan terkait Pemilu menjadi hal penting, mengingat media memiliki tanggung jawab moral dalam menyajikan informasi kepada publik. Informasi yang disampaikan harus akurat dan berkualitas, tanpa ada kecenderungan bias yang merugikan objektivitas.
“Prinsip kerja profesional terkait Pemilu penting karena media memiliki tanggung jawab moral menyampaikan informasi kepada publik dimana publik perlu mendapatkan informasi yang benar dan baik jangan dibalik,” tandasnya usai Sosialisasi Indeks Kemerdekaan Pers bersama Media di Sanur, Denpasar, Selasa 17 Oktober 2023.
Dalam konteks jurnalis yang terlibat dalam kontestasi Pemilu, Agung dengan tegas meminta para jurnalis yang terlibat secara langsung untuk berhenti dari profesinya.
Meskipun surat edaran Dewan Pers hanya menyatakan sebaiknya jurnalis mengambil cuti, Agung berpendapat bahwa mereka seharusnya benar-benar mundur. Ia memberikan contoh bahwa ASN, TNI/Polri pun harus mundur dari jabatan mereka saat terlibat dalam dunia politik.
Agung menekankan pentingnya tindakan ini agar tidak merusak citra jurnalis sebagai pihak yang independen dan objektif.
Selain harus berhenti sebagai wartawan dan mengajukan surat pengunduran diri kepada perusahaan tempat mereka bekerja, jurnalis juga diharapkan untuk memberikan pemberitahuan resmi kepada organisasi pers yang mereka ikuti. Hal ini adalah upaya untuk menjaga integritas dan transparansi dalam menjalani peran jurnalis.
Agung juga menyoroti isu jurnalis yang terlibat dalam tim kampanye atau tim sukses calon legislatif. Menurutnya, jurnalis dalam situasi seperti ini juga sebaiknya mengambil cuti dari pekerjaan jurnalistik mereka. Agung menegaskan bahwa bisnis media adalah bisnis kepercayaan, dan kehilangan kepercayaan publik akan berdampak buruk pada media tersebut.
Oleh karena itu, menjaga independensi dan integritas jurnalis adalah kunci keberhasilan Pemilu, karena peran pers sangat penting dalam menyajikan informasi yang obyektif dan berkualitas kepada publik.
Agung Dharmajaya menekankan bahwa suksesnya Pemilu tidak hanya bergantung pada penyelenggara Pemilu, melainkan juga pada peran media yang harus menjaga profesionalisme dan integritas dalam memberikan informasi kepada publik.
Dalam suasana politik yang seringkali dinamis dan kontroversial, media memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kebenaran dan kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat. (Tri Prasetiyo)

