Ilustrasi
Balinetizen.com, Denpasar
Penangkapan bintang film dewasa asal Inggris, Bonnie Blue (27), bersama 17 orang di sebuah vila kawasan Pererenan, Canggu, Badung, pekan lalu, tidak hanya menimbulkan kehebohan publik.
Kasus yang mengancam jerat hukuman hingga 15 tahun penjara ini justru membuka kembali tabir lama: Bali diduga telah lama menjadi salah satu lokasi favorit produksi film dewasa internasional.
“Kasus Bonnie Blue hanya mengonfirmasi apa yang sudah lama kami pantau. Ini industri bawah tanah yang terorganisasi, bukan kejadian tunggal,” tegas Giostanovlatto, pendiri Hey Bali sekaligus pemerhati pariwisata, Minggu (7/12/2025).
Beberapa bulan sebelum penangkapan Bonnie, tim investigasi Hey Bali menerima sebuah kartu memori berisi raw footage proses pembuatan film dewasa di sebuah vila mewah. Sumber yang menyerahkan bukti itu meminta identitasnya disembunyikan.
“File-nya belum diedit sama sekali. Modelnya warga asing, kru terlihat profesional, dan lokasi syutingnya jelas di vila dengan pemandangan khas Bali,” ungkap Giostanovlatto.
Kecurigaan terhadap aktivitas serupa bukan hal baru. Pada Agustus 2025, Hey Bali bersama sejumlah jurnalis telah menelusuri pola pergerakan para pelaku.
“Mereka datang sebagai turis, berpindah vila dalam hitungan hari, membawa perangkat kamera kecil, dan bekerja dalam tim yang sama,” kata Ferry Fadly jurnalis frelance Baliwara.com/Hey Bali.
Namun temuan itu tak segera ditindaklanjuti.
“Respon yang kami terima dingin oleh otoritas Imigrasi Bali. Seolah-olah ini bukan prioritas. Padahal jika ditangani sejak awal, mungkin kasus Bonnie tidak sebesar ini,” imbuhnya.
Hey Bali mengaku telah menyerahkan kartu memori dan data investigasi awal, namun belum melihat upaya lanjutan.
“Apakah penindakan baru dilakukan jika kasus sudah viral? Atau ada keberanian mengungkap jaringan besar ini sampai ke akarnya?” tandas Giostanovlatto.
Ia menegaskan, jika momentum ini diabaikan, Bali akan tetap menjadi magnet industri gelap tersebut.
“Mereka hanya akan kembali dengan tim baru, modus baru, dan strategi lebih rapi,” pungkasnya.(ist)

