Balinetizen.com, Jembrana
Hujan deras dengan intensitas tinggi dua hari belakangan mengakibatkan banjir disejumlah titik di wilayah Kabupaten Jembrana. Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan secara resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir, Rabu (10/9/2025).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra, Kamis (11/9/2025) mengatakan, Status Tanggap Darurat Bencana Banjir ditetapkan selama tujuh hari kedepan mulai tanggal 10 sampai 17 September 2025. Tujuannya adalah agar upaya penanganan bisa berjalan baik, cepat dan tepat sasaran dengan melibatkan semua elemen.
Menurutnya sebanyak 3.849 KK terdampak banjir tersebar di 48 titik banjir di lima kecamatan di Jembrana. Dan terdapat tiga wilayah yang paling parah terdampak banjir yakni Lingkungan Samblong di Kelurahan Sangkaragung, dan Desa Yehkuning di Kecamatan Jembrana serta satu desa di Kecamatan Negara yaitu Desa Pengambengan.
Di tiga titik itu, kata Agus, sebelumnya juga sempat dibangun posko pengungsian sementara, termasuk di Kelurahan Loloan Barat di Kecamatan Negara.
Selain rumah warga, hujan deras akibat cuaca ekstrim juga menyebabkan sejumlah infrastruktur terendam air seperti sekolah, tempat ibadah, jalan dan juga merajan (tempat sembahyang keluarga), tembok paga, lahan pertanian dan juga menyebabkan peternakan warga ada yang mati.
Bahkan, sambungnya,, juga ada dua orang warga meninggal dunia..”Satu orang karena tersetrum listrik dan satu orang hanyut terseret arus banjir saat melintas di jalan umum,” jelasnya.
Disebutnya evakuasi warga di tiga wilayah terparah terdampak banjir terutama di Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkaragung dengan menggunakan alat bantu rubber boat karena ketinggian air lebih dari satu meter. “Astungkara berhasil. Saat ini, air sudah mulai surut,” imbuhnya.
Menurut Agus, warga yang sempat mengungsi ke posko pengungsian mulai tadi pagi sudah kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan. “Petugas kira bersama TNI Polri dan warga juga membantu proses pembersihan, terutama di wilayah yang terdampak sangat parah,” jelasnya.
Berdasarkan prakiraan dari BMKG, kata dia, kondisi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih bakal terjadi sampai dua hari kedepan. Karena itu masyarakat diharapkan tetap waspada dan siaga jika ada potensi terjadi banjir lagi. “Jika ada potensi (banjir) saya harap segera melakukan evakuasi dini, terutama lansia dan anak-anak,” himbaunya.
Pasca bencana banjir, pihaknya juga telah menyalurkan sejumlah bantuan terutama kebutuhan dasar seperti sembako dan air bersih disebabkan warga yang terdampak belum bisa melakukan aktifitas. (Komang Tole)
