Di Tengah Kritik PSEL, Bupati Badung Tegaskan Proyek Pengolahan Sampah Tetap Berjalan Sesuai Arahan Pusat

0
201

Balinetizen.com, Denpasar

 

Rencana penerapan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali masih menuai sorotan dari berbagai pihak.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru memberikan penilaian negatif terhadap proyek strategis penanganan sampah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Adi Arnawa saat ditanya awak media terkait kritik yang muncul terhadap PSEL, yang oleh sejumlah pihak dinilai bukan menjadi solusi terbaik dalam menyelesaikan persoalan sampah di Bali.

Menurut Adi Arnawa, pelaksanaan proyek tersebut merupakan bagian dari kebijakan yang telah diarahkan pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah daerah saat ini fokus mendukung proses yang sedang berjalan sambil menunggu hasil nyata di lapangan.

“Ya karena itu arahan pemerintah pusat, arahan pusat sudah jelas,” ujar Adi Arnawa, Senin (8/6) di Gedung DPRD Bali Renon, Denpasar.

Ia juga mengajak masyarakat untuk melihat terlebih dahulu perkembangan dan hasil dari program yang sedang dijalankan sebelum memberikan penilaian.

“Jangan terlalu negative thinking dulu. Kita coba lihat dulu hasilnya, apa yang sudah kita kerjakan sekarang ini,” tegasnya.

Di sisi lain, Adi Arnawa mengungkapkan bahwa proses penataan kawasan TPA Suwung saat ini terus berlangsung sebagai bagian dari tahapan menuju pembangunan sistem pengolahan sampah yang baru. Kabupaten Badung mendapat tugas membantu penyediaan material pasir dan batu untuk pekerjaan pengurukan di lokasi tersebut.

Menurutnya, progres pekerjaan pengurukan telah mencapai sekitar 56 persen dan ditargetkan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“TPA Suwung sedang berproses sekarang dan kami di Badung diberikan tugas untuk menyiapkan pasir dan batu untuk pengurukan. Di lapangan sudah sekitar 56 persen pengurukan,” katanya.

Adi Arnawa berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai timeline sehingga agenda groundbreaking yang direncanakan pada 8 Juli mendatang dapat terlaksana.

Baca Juga :  Menteri LHK: Para Sarjana Kehutanan Segera Gabung PII

Meski PSEL menjadi perhatian publik, Pemerintah Kabupaten Badung tetap menjalankan upaya penanganan sampah dari hulu. Salah satunya melalui peningkatan pemilahan sampah di tingkat masyarakat yang saat ini disebut telah mencapai sekitar 76 persen.

Selain itu, pemerintah juga mengombinasikan berbagai metode pengolahan sampah, mulai dari pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) modern hingga distribusi komposter kepada masyarakat untuk mengurangi volume sampah organik.

Sorotan terhadap PSEL sendiri muncul di tengah perdebatan mengenai efektivitas teknologi tersebut dalam mengatasi dominasi sampah organik di Bali. Namun pemerintah daerah menegaskan akan tetap mengikuti kebijakan nasional sembari memastikan berbagai program pengelolaan sampah berbasis sumber tetap berjalan.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here