Balinetizen.com, Badung-
Dua kelompok pekerja proyek di salah satu villa di desa Ungasan Kuta Selatan (Kutsel), Badung terlibat keributan/tawuran pada Minggu 7 Januari 2023.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
Dijelaskan, bahwa keributan dimulai sekitar pukul 13.00 Wita, ketika salah satu pekerja proyek bernama Mochamad Syaifudin diketahui dalam keadaan mabuk dan mulai membuat keributan.
“Ia tidak terkontrol, marah-marah, dan bahkan memukul salah satu rekan kerjanya dari kelompok yang berbeda,” ungkap Kabid Humas, Senin 8 Desember 2024.
Pertikaian tersebut, lanjutnya berhasil dipisahkan oleh teman-teman mereka pada waktu itu.Situasi kemudian mereda saat dilakukan mediasi oleh mandor proyek.
“Kedua kelompok sepakat untuk berdamai, saling memaafkan, dan bahkan bersalaman pada pukul 17.40 Wita,” jelasnya.
Namun pada pukul 21.30 Wita, sekitar 20 orang dari kelompok yang sebelumnya menjadi korban serangan, kembali mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Mereka berteriak-teriak, menciptakan situasi yang memprovokasi kelompok Mochamad Syaifudin. Akibatnya, bentrokan pun kembali terjadi dengan lemparan batu antar-kelompok.
Meskipun kelompok Mochamad Syaifudin berjumlah lebih banyak, sekitar 300 orang, kelompok yang menyerang akhirnya terdesak dan menjauhi TKP. Mereka meninggalkan lima unit sepeda motor di lokasi, yang kemudian dijadikan sasaran kemarahan dengan satu unit motor dibakar dan empat unit motor lainnya rusak.
“Saat ini, Polresta telah mengamankan TKP dengan menerjunkan personel gabungan Brimob dan Dalmas. Proses hukum selanjutnya akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Polresta Denpasar,” pungkasnya.(Tri Prasetiyo)

