Balinetizen.com, JembranaÂ
Protes sejumlah warga Banjar Munduk, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara terkait aktivitas pabrik pengolahan serabut kelapa ditindaklanjuti pihak desa dengan menggelar mediasi, Selasa (2/11/2021).
Dihadiri sekitar 10 orang dari perwakilan warga, pemilik dan pengelola pabrik, Babinsa dan Bhabinkamtibmas desa setempat serta Kepala Desa (Perbekel) Pengambengan, Kamaruzzaman mediasi dilaksanakan di kantor desa setempat.
Pak Cik, salah seorang warga penyanding mengatakan bahwa warga sudah sering menyampaikan keluhan ke pabrik. Seperti lalu lalang kendaraan angkutan dari pabrik, limbah air dan soal debu pabrik. Namun tidak ada tanggapan.
“Kami sudah berulangkali sampaikan. Apakah keluhan kami ini sampai ke Pak Robert (pemilik pabrik) atau tidak. Kalau saja langsung ditanggapi dan ada solusi, tidak sampai kesini (ke kantor desa)” ujarnya.
Menurutnya, yang membuat warga emosi adalah lalu lalang truk dari pabrik dan sudah berulangkali warga diserempet truk. Apalagi jalannya sempit. “Tadi warga banyak yang mau kesini (kantor desa). Tapi kami larang, cukup perwakilan saja” ungkapnya.
Warga lain, H. Jailimi berharap ada penanganan dari pihak pabrik terkait air limbah pabrik yang meluber sampai ke jalan dengan membuatkan saluran air dan senderan sehingga air limbah pabrik tidak meluber.
Saat pertemuan tersebut warga juga mempertanyakan realisasi kesepakatan awal saat pabrik berdiri, salah satunya terkait pengelolaan lingkungan sekitar.
Terkait hal tersebut, Robert, pemilik pabrik meminta maaf dan pihaknya akan menindaklanjuti sesuai kemampuan. “Kami minta maaf karena dari janji kami belum bisa semua terpenuhi. Tapi kami berusaha, terutama terkait pengelolaan limbah air” ujarnya.
Selama ini sesuai kesepakatan sudah menyerahkan CSR, baik ke mesjid, mushola dan lainnya yang ada di sekitar pabrik. “Ini sejatinya bukan tuntutan, tapi sudah ada kesepakatan. Ini ada sedikit mis di lapangan. Truk yang harusnya masuk dari arah selatan tapi datang dari timur. Ini akan ditertibkan lagi” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Perbekel) Pengambengan, Kamaruzzaman mengatakan mediasi tersebut untuk mencari titik temu. “Kita disini mencari solusi. Dan tadi sudah saling memaafkan serta ada titik temu. Kami (desa) hanya berharap agar warga guyub rukun, aman dan kondusif” ujarnya.
Setelah ada pertemuan ini menurutnya akan ada pertemuan lagi sebagai tindaklanjut dalam memenuhi keinginan warga dan juga agar perusahaan atau pabrik bisa berjalan. (Komang Tole)
