Balinetizen.com, Jembrana-
Pasca rampung direvitalisasi Pasar Gilimanuk di Kelurahan Gilimanuk Kecamatan Melaya hingga kini sepi pedagang.
Selain minim pedagang maupun kunjungan pembeli, kondisi pasar juga nampak kotor. Pasar tradisional Gilimanuk direvitalisasi sekitar tahun 2019.
Disisi lain agar bisa menaruh barang dagangan, beberapa pedagang menambah emperan. “Kalau luasnya segitu bagaimana bisa berjualan” ujar salah seorang pedagang belum lama ini.
Sekitar 15 pedagang lama sejatinya sejak awal tidak setuju dengan model kios dan los seperti sekarang ini. Ketidak setujuan itu sempat disampaikan namun tidak mendapat tanggapan. “Mau gimana lagi, ya tetap kerja (jualan)” imbuh Bu Jero, pedagang lainnya.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana, Komang Agus Adinata, Minggu (14/2) mengakui belum semua pedagang berminat berjualan.
“Mungkin situasi masih sulit karena pandemi” ujar Agus Adinata.
Terkait model kios atau los menurutnya prototypenya bukan dari dinas (Koperindag) namun dari Kementrian Perdagangan. “Memang seperti itu. Kami tidak ada izin untuk mengubahnya. Kami sudah berupaya yang terbaik untuk masyarakat” pungkasnya. (MT)
Editor : Mahatma Tantra

