DPR RI Tinjau Pegadaian Bali, Layanan Cepat dan Bunga Ringan Dinilai Bantu Kebutuhan Mendesak

0
53

 

Balinetizen.com, Denpasar

 

Anggota DPR RI, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, menyoroti peran strategis Pegadaian dalam membantu masyarakat Bali, khususnya dalam memenuhi kebutuhan keuangan mendesak dengan proses cepat dan bunga yang kompetitif.

Dalam kunjungannya di Kantor Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar, ia menekankan pentingnya mengetahui sejauh mana layanan Pegadaian dimanfaatkan oleh masyarakat serta kemudahan akses yang diberikan dibandingkan lembaga keuangan lainnya seperti perbankan.

“Saya ingin tahu bagaimana kondisi Pegadaian di Bali, bagaimana masyarakat memanfaatkannya, serta apa saja kemudahan yang bisa diakses masyarakat, terutama dibandingkan dengan bank yang umumnya mensyaratkan jaminan seperti tanah atau hipotek,” ujarnya, Selasa (5/5).

Kegiatan tersebut turut didampingi oleh jajaran Pegadaian Kanwil Denpasar, di antaranya Kepala Departemen Bisnis Support I Made Suasmarajaya, Pemimpin Wilayah Kanwil VII Denpasar Edy Purwanto, Pemimpin Cabang CP Denpasar Ni Luh Yuli Wulan Artini, serta Kepala Bagian Humas dan Protokoler I Made Arya Wisamahadi.

Pegadaian dinilai menjadi alternatif solusi keuangan yang praktis, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan dana cepat untuk kebutuhan seperti biaya pendidikan, upacara adat, hingga kebutuhan darurat lainnya.
Berbeda dengan bank, Pegadaian menggunakan sistem taksiran nilai barang seperti emas, elektronik, hingga kendaraan, dengan pencairan pinjaman mencapai sekitar 80 hingga 90 persen dari nilai taksiran.

“Misalnya masyarakat membutuhkan dana mendadak untuk biaya sekolah atau upacara, mereka bisa langsung menggadaikan barang tanpa proses rumit. Ini sangat membantu,” jelasnya.

Selain itu, Pegadaian juga menyediakan program pinjaman dengan bunga 0 persen untuk nominal tertentu, seperti hingga Rp2,5 juta, yang semakin meringankan beban masyarakat.

Inovasi digital juga menjadi perhatian, di mana masyarakat kini dapat mengakses layanan Pegadaian tanpa harus datang langsung ke kantor. Melalui aplikasi, nasabah bisa memanfaatkan emas digital sebagai jaminan.

Baca Juga :  Bupati Jembrana Launching E-Parking Untuk Tingkatkan Layanan dan Pendapatan

Hal ini dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat Bali yang kerap membutuhkan dana cepat untuk kegiatan adat dan sosial.

Sementara itu, Pihak Pegadaian menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar tidak terjebak pada pinjaman ilegal dengan bunga tinggi.

“Masih ada kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan. Banyak masyarakat yang mengakses layanan keuangan, tapi belum memahami risikonya. Ini menjadi tanggung jawab kami,” ujar Kepala Departemen Bisnis Support I Made Suasmarajaya.

Pegadaian juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat dan mahasiswa, termasuk menyediakan ruang kreatif untuk belajar, diskusi, hingga podcast bagi generasi muda.

Dari sisi risiko kredit, Pegadaian mencatat tingkat kredit bermasalah yang sangat rendah, bahkan di bawah satu persen. Hal ini karena sistem penilaian berbasis jaminan dinilai lebih aman dibandingkan kredit tanpa agunan.

Selain itu, nasabah juga diberikan fleksibilitas dalam memperpanjang masa pinjaman dengan proses yang mudah dan cepat.

Dengan berbagai kemudahan tersebut, Pegadaian dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah, dalam menjaga stabilitas keuangan tanpa harus terjebak pinjaman berbunga tinggi.

“Kalau dimanfaatkan dengan baik, Pegadaian bisa menjadi solusi keuangan yang sehat dan aman bagi masyarakat,” tutupnya.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here