Balinetizen.com, Denpasar
DPRD Provinsi Bali menggelar Rapat Paripurna ke-28 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 di Denpasar, Rabu (25/3), dengan agenda utama penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 oleh Wayan Koster.
Dalam sidang yang dipimpin Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, Gubernur Koster memaparkan capaian satu tahun pemerintahannya bersama Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta, sekaligus menegaskan arah besar pembangunan Bali menuju 100 tahun ke depan.
Koster menekankan periode 2025–2030 sebagai fondasi krusial dalam implementasi Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun (2025–2125). Menurutnya, keberhasilan di fase awal ini akan menentukan masa depan Bali secara menyeluruh.
“Kalau fondasi ini gagal, dampaknya akan panjang hingga 100 tahun ke depan,” tegasnya.
Fokus Pembangunan: Budaya, Ekonomi, hingga Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali menjalankan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dengan enam prioritas utama, mulai dari penguatan budaya, peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan, hingga transformasi ekonomi berbasis kearifan lokal.
Salah satu langkah besar yang disorot adalah pembangunan Pusat Kebudayaan Bali dengan anggaran hampir Rp1 triliun, serta penguatan identitas budaya melalui aksara Bali dan pelestarian tradisi lokal.
Di sektor ekonomi, pemerintah mendorong pertanian organik, UMKM, dan pariwisata berbasis budaya. Bahkan, produk arak Bali kini mulai menembus pasar global.
Pariwisata Moncer, Tapi Masih Bocor
Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 7,05 juta orang. Namun, Koster menyoroti masih rendahnya kepatuhan pembayaran pungutan wisatawan asing yang baru menyentuh 35,4 persen.
Ia juga menegaskan akan menertibkan vila ilegal serta akomodasi berbasis digital yang belum memenuhi kewajiban pajak.
TPA Suwung Ditutup, Bali Menuju Energi Bersih Dalam sektor lingkungan, Koster menargetkan penutupan total TPA Suwung pada Agustus 2026. Pengolahan sampah akan dialihkan ke sistem berbasis energi listrik dengan kapasitas 1.200 ton per hari.
Selain itu, Bali juga diarahkan menuju kemandirian energi dengan pengembangan pembangkit listrik berbasis energi bersih.
DPRD Beri Apresiasi
Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, memberikan apresiasi atas capaian kinerja pemerintah provinsi selama satu tahun terakhir. Ia menilai penyampaian LKPJ menjadi bentuk transparansi sekaligus pertanggungjawaban kepada publik.
“Kinerja pemerintah Provinsi Bali menunjukkan tren positif dan terus mengalami peningkatan,” ujarnya.
Rapat paripurna ini menjadi momentum penting evaluasi awal pemerintahan Koster–Giri dalam membangun fondasi Bali masa depan—menjaga keseimbangan antara ekonomi, budaya, dan lingkungan. (RED-BN)

