Dua Kali Swab Akhirnya Dinyatakan Negatif, Ini Kisah Pasien Covid-19 Pertama Asal Bebandem

0
1694

Balinetizen.com, Karangasem-

 

Bak angin segar, pasien PMI asal Bebandem yang terkonfirmasi positif covid-19 untuk pertama kalinya di Kabupaten Karangasem berangsur pulih bahkan hasil dua kali tes Swabnya menunjukkan hasil negatif (-).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, saat ini (inisial) KM 32 tahun pasca dinyatakan negatif tengah menjalani karantina disalah satu hotel yang berada diwilayah Kabupaten Karangasem.

Dihubungi via Whatup, yang bersangkutan membenarkan bahwa saat ini sudah dipindah dari RS tempatnya dirawat menuju ke Hotel untuk menjalani karantina.

“Ya saat ini saya sudah berada di hotel Karangasem untuk menjalani karantina,” jawab KM melalui pesan Whatup pada Minggu malam (26/04/2020).

Lebih lanjut, media ini juga mencoba untuk menggali keterangan tentang riwayat KM hingga sampai dinyatakan positif Covid-19 beberapa waktu lalu.

Dari percakapan tersebut, diperoleh informasi bahwa awalnya berdasarkan job letter dari agentcy  (inisial) KM akan joint dicallao (Peru) pada tanggal 15 Maret 2020 lalu.

Kemudian ia berangkat dari Bali pada tanggal 11 Maret 2020 malam. Namun didalam perjalanan baru sampai Negara Brazil ia mendapat info dan telpon dari pihak agent pusat bahwa untuk keberangkatan semua crew dicancel.

“Setelah dapat kabar dicancel kemudian saya tanyakan bagaimana kelanjutanya semua ini..? Dari pihak agent bilang perjalanan tetap dilanjutkan, nantinya dari pihak agent di Peru akan menjemput untuk dibawa kehotel menginap selama satu malem,” terang KM.

Setelah menginap selama satu malam, akhirnya keesokan harinya yaitu pada tanggal 16 semua crew yang tiba diberikan tiket untuk kepulangan kembali.

Setelah menempuh perjalanan, pada tanggal 18  Maret 2020, KM tiba di Bali. Setibanya dibandara kala itu itu belum ada arahan untuk menjalani Rapid tes dibandara ataupun karantina. Saat itu, ia dan dua orang temannya langsung pulang kerumah masing – masing.

Hanya saja, saat rekannya pulang kerumah masing – masing, ia sudah menyadari tentang informasi merebaknya virus Covid-19 sehingga berinisiatif untuk melakukan antisipasi dengan memutuskan untuk tidak pulang kerumah di Karangasem dan memilih untuk langsung menuju tempat kos ponakan yang berada diwilayah Denpasar.

Baca Juga :  Nyoblos di TPS 1, Bupati Artha Ajak Masyarakat Hormati Hasil Pemilu

Setelah tiga hari menginap dikos,  dua orang keponakannya kemudian pulang ke Karangasem, sementara dirinya tetap tinggal dikos untuk menjalani karantina mandiri selama 14 hari.

Diawal menjalani karantina mandiri didalam kamar kos, ia mengaku sempat merasakan meriang disekujur tubuhnya, untuk memastikan ia akhirnya memeriksakan diri kedokter, namun saat itu dokter mangatakan kemungkinan meriang karna kecapaian setelah menempuh perjalan selama tujuh hari.

“Waktu itu, saya merasakan meriang hanya dua hari saja lalu kembali sehat, sampai akhirnya ia mendapat informasi bahwa di RSUP Sanglah ada Rapid untuk Covid, kemudian pada tanggal 23 Maret 2020 pagi saya lngsung kesana untuk memastikan,” lnjutnya.

Saat datang ke RSUP Sanglah, ia langsung menanyakan soal info tes Rapid tersebut, hanya saja pihak tim kedis yang ditemuinya mengatakan untuk itu belum ada alatnya. Kemudian hanya dicek keluhan, tensi, suhu, riwayat perjalanan serta menyarakan untuk menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

Setelah itu, dalam masa karantina 14, ia sama sekali tidak mengalami gejala sesak, batuk, pilek ataupun demam. Sampai masa karantinanya berakhir beralhir, ia datang lagi ke RSUP Sanglah pada tanggal 1 April 2020 untuk menanyakan kelanjutanya setelah menjalani karantina.

Kembali disana tim medis yang ditemuinya mengatakan bahwa untuk saat itu masih belum ada alat untuk Rapid tes. Dengan tidak adanya keluhan apa selama ini akhirnya dokter memberi surat bahwa saya dinyatakan sehat.

Setelah mendapat surat tersebut, KM langsang pulang menuju Karangasem. Begitu sampai dirumah, ia langsng menghubungi Kepala Wilayah setempat menginformasikn bahwa dirinya sudah dirumah dengan surat keterangan sehat.

Meski sudah mendapat surat keterangan sehat, ia tetap menjaga jarak dengan keluarga. Keesokan harinya pada tanggal 2 April 2020, karena merasa sehat, Ia kemudian main kekebun untuk sekedar mencari keringat. Namun pada malam harinya ia mengalami demam naik turun, setelah keluar keringat hilang dan berlangsung terus selama tiga hari.

Baca Juga :  Ratusan Pelajar Ikuti BPCBC 2024 FPTI Buleleng

“Selama tiga hari mengalami panes saya tidak pernah keluar kamar bahkan makanan pun saya suruh saudara menaruh diluar untuk antisipasi,” terangnya.

Karena tiga hari alamai demam naik turun akhirnya ia menghubungi  Satgas Vovid untuk meminta solusi dan saran atas apa yang ia alami serta menceritakan bahwa dirinya mempunyai riwayat perjalanan dari luar dan sudah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari didenpasar sampai akhirnya dinyatakan sehat.

Awalnya sempat dikatakan mungkin karna perubahan cuaca setelah menjalani karantina di Denpasar, namun ia meminta solusi sehingga disarankan untuk melakukan cek dipuskesmas atau klinik terdekat.

Setalah mendapat saran tersebut, keesokan harinya ia lngsng datang kekeklinik terdekat untuk melakukan cek. Setelah menceritakan riwayat perjalanan termasuk masa karantina mandirinya, akhirnya dicek oleh dokter yang bertugas. Disana setelah dicek ia disarankan apabila dalam waktu 2 hari kedepan tidak ada perubahab dianjurkan agar di cek lab kerumah sakit.

Sehari setelah periksa, demamnya ternyata tak kunjung turun akhirnya pada pagi hari ia lngsng ke RS Balimed untuk cek lab dengan tetap menyampaiakan riwayat perjalanannya termasuk surat keterangan sehatnya.

Sempat dicek, pihak dokter kemudian menyarakan agar ke RSUD Karangasem karena disana ada prosedur untuk kasus seperti itu. Pada tanggal 6 April 2020 ia kemudian datang ke RSUD Karangasem serta menceritaakan keluhan dan riwayat perjalanannya.

Disana kemudian tim medias langsung melakukan cek darah dengan hasil trombositnya turun menjadi (50). Sempat diprediksi mengarah ke DB dan langsung menjalani perawatan diruang Gangga.

Setelah menjalani perawatan, keadaannya mulai membaik dan demamnya pun sudah hilang. Sampai akhirnya salah satu petugas medis memberitahukan bahwa dia akan menjalani procedure dites Swab.

Baca Juga :  Wabup Kasta Buka Lokakarya Program KOTAKU

Kondisinya tetap sehat semua dicek dalam kondisi normal. Sampai akhrinya tgl 11 April 2020 hasil tes Swabnya keluar dan dinyatakan positif serta pihak tim medis juga menginformasikan bahwa ia akan dirujuk ke Rumah Sakit Rujukan untuk penanganan Covid-19.

Sampai di RS rujukan, KM mengaku kondisinya tetap baik tidak seperti yang dikabarkan diluar sana bahwa kondisinya drop dan lainsebagainya. Selama menjalani perawatan KM mengaku terus mengikuti procedure dari dokter dan perawat. Step by step tes swab terus dijalani sampai akhrnya hasil tes Swab slama dua kali menunjukkan hasil negatif.

“Nah saya disini memohon dengan sangat memohon untuk Dinas Kesehatnan dan pihak terkait agar gencar mensosialisasikan dan melakukan pengarahan kepada masyarakat seperti apa pandemi Covid-19 ini, bagaimana penyebaranya, bagaiman pencegahanya dan bagaiman penangananya. Karena saya kasus pertama kali dikarangasem otomatis kluarga saya harus diisolasi. Nah disini saya kawatirkan jangan sampai masyarakat akan mendiskrimiinasikan, menjauhi bahkan mengucilkan kluarga saya sehingga penting dilakukan sosialisasi dan memberikan informasi yang benar agar masyarakat tidak ketakutan berlebihan dengan berita simpang siur yang akhirnya membuat masyarakat resah,” harapnya.

Ia juga mengatakan, bahwa sejak kedatangannya ke Bali sampai dinyatakan positif, sama sekali ia tidak pernah mengalami gejala batuk, pilek ataupun sesak yanh dialaminya selama ini cuman demam naik turun.

Ia juga meminta untuk media ataupun pihak terkait agar mencari informasi sejelas jelasnya bila oerlu datangi langsung keluarganya agar  apa yang nantinya diberitakan bisa sesui dengan kenyataan, jangan sampai dengan kesimpang siuran berita dan informasi justru malah membuat si pasien/penderita semakin drop bahkan stress.

 

Pewarta : Gus Sadarsana
Editor : Mahatma Tantra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here