Dua Lukisan SBY Jadi Koleksi Anyar Museum Rudana, PSR: SBY Maestro Kehidupan Yang Sesungguhnya

0
702

Foto: Pimpinan Museum Rudana & Rudana Fine Art Gallery Rudana, Putu Supadma Rudana (PSR) yang juga merupakan Anggota Fraksi Demokrat DPR RI Dapil Bali (tengah) menunjukkan dua karya lukisan SBY di Museum Rudana kepada Dubes Romania untuk Indonesia H. E. Dan Balanescu

Balinetizen.com, Gianyar

Museum Rudana yang berada di Jalan Cokorda Rai Pudak No. 44, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar mendapatkan keistimewaan, privilege khusus dan kado istimewa dalam momen HUT ke-26 museum ini.

Museum ternama di Indonesia dan dunia ini kedatangan koleksi lukisan baru yang sangat istimewa sebab lahir dari karya goresan tangan dan curahan ekspresi mendalam dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ada dua lukisan SBY yang hadir di museum ini yakni lukisan Gunung Agung dan lukisan Gunung Fujiyama & Awan Ungu yang resmi menjadi koleksi Museum Rudana. Dua karya lukisan ini dilukis SBY pada tahun 2021, dilukis di atas kanvas acrylic dengan ukuran sama yakni 130 cm x 80 cm.

Sebenarnya lukisan ini merupakan koleksi pribadi dari Pimpinan Museum Rudana & Rudana Fine Art Gallery Rudana, Putu Supadma Rudana (PSR) yang juga merupakan Anggota Fraksi Demokrat DPR RI Dapil Bali. Namun agar keindahan mahakarya lukisan SBY ini dapat dinikmati publik, dilihat masyarakat Bali dan dunia maka lukisan ini diserahkan untuk menjadi bagian koleksi dari Museum Rudana.

ā€œLukisan ini koleksi pribadi saya, lukisan karya Presiden ke-6 RI Bapak SBY. Hari ini kita tampilkan di Museum Rudana dan menjadi koleksi disini,ā€ kata Supadma Rudana ditemui usai melakukan rapat atau paruman utama bersama pendiri Museum Rudana yakni Nyoman Rudana, pengelola Museum Rudana dan para pimpinan di masing-masing departemen baik museum, galeri, maupun yayasan menyambut HUT ke-26 Museum Rudana, pada Rabu (29/12/2021). Hadir pula para kurator dan keluarga besar Museum Rudana.

Baca Juga :  Badung Bangun Rumah Dinas Eselon III Kejati Bali

Seperti diketahui publik, kepiawaian Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam dunia lukis memang tak perlu diragukan lagi. Tidak main-main, hingga saat ini SBY sudah berhasil menciptakan lebih dari 50 karya ukisan, dan mayoritas tentang keindahan alam Indonesia. Salah satunya adalah lukisan tentang Gunung Agung Bali yang karyanya kini menjadi bagian koleksi dari Museum Rudana.

Lukisan SBY merupakan paduan antara naturalisme, realisme, ekpresionisme, serta ada unsur abstraknya. Garis-garis dalam karya lukisan SBY sangat kuat, dengan keberanian memadukan warna yang membuat kontras. Langit dan bumi diantarai awan, gunung, laut dan ombaknya menyatu dengan cantik di kanvas SBY. Cat acrylic membuat paduan antara garis dan warna pemandangan menjadi sangat berkesan.

Melihat kepiwaian SBY dalam melukis, Supadma Rudana menyebut SBY telah menjadi maestro kehidupan yang sesungguhnya, sebab selain pernah menjadi orang nomor satu di negeri ini, seorang profesor, jenderal, ternyata dalam diri SBY mengalir darah seni yang karya-karyanya tidak bisa dipandah remeh melainkan benar-benar berkelas, penuh estetika, bernilai seni tinggi.

ā€œSekarang beliau (SBY) sudah menjadi maestro di kehidupan. Sudah banyak hal beliau persembahkan baik di Indonesia sabagai presiden, juga menjadi tokoh dunia. Di berbagai sidang dunia beliau menjadi chairman. Belum lagi menjadi profesor mengajar di berbagai kampus,ā€ tutur Anggota Komisi VI DPR RI membidangi perekonomian, perdagangan, UMKM dan BUMN.

ā€œDan sekarang beliau melukis. Jarang ada Presiden RI seperti ini, seorang yang sudah senior pencapaiannya luar biasa tapi tetap ingin berkarya. Tentu kami merasa berbangga Museum Rudana punya koleksi dua lukisan yang diberikan langsung oleh Bapak SBY dan hari ini kami hadirkan,ā€ sambung politisi muda Demokrat asal Peliatan, Ubud, Gianyar ini.

Lebih lanjut Supadma Rudana sudah puluhan tahun bergerak di bidang seni ini menjelaskan interpretasi makna atas Lukisan Gunung Agung karya SBY yang kini menjadi bagian dari keluarga besar koleksi Museum Rudana. Disebutkan Gunung Agung merupakan gunung utama dan paling tinggi di Bali, penuh kekuatan spiritual serta disucikan oleh masyarakat Hindu Bali. Di kaki Gunung Agung ada pura terbesar di Bali bahkan dunia ā€œThe Mother Temple of Baliā€ yakni Pura Besakih.

Baca Juga :  Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Pengunjung dan Pengelola Diingatkan

ā€œSaya maknai dari sana hadir semangat, spirit agar Bali Indonesia dan dunia pulih kembali, pandemi berlalu, kehidupan normal kembali, pariwisata bangkit. Karya lukisan Pak SBY ini kesannya menginspirasikan hal tesebut karena ada warna hijau yang melambangkan kesuburan dan warna biru melambangkan segala kebaikan dan pencapaian prestasi,ā€ ujarnya.

Pasca dua lukisan karya SBY ini diserahkan ke Museum Rudana, diharapkan lukisan ini bisa dilihat dan dinikmati oleh masyarakat Bali dan dunia. ā€œKami serahkan ke Yayasan Rudana untuk dipamerkan disini mulai di hari peringatan ulang tahun ke-26 Museum Rudana. Tentu jika masyarakat Indonesia bahkan masyarakat dunia ingin melihat karya seni lukisan Bapak SBY, bisa datang ke Museum Rudana,ā€ ungkap Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) ini.

Dalam kesempatan ini Museum Rudana juga menerima kunjungan Dubes Romania untuk Indonesia H. E. Dan Balanescu yang berkesempatan melihat koleksi lukisan di museum ini. Dubes juga mendapatkan kesempatan istimewa untuk pertama kali melihat dua buah lukisan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yakni lukisan Gunung Agung dan lukisan Gunung Fujiyama & Awan Ungu yang resmi menjadi koleksi Museum Rudana.

Selaku Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Supadma Rudana di hadapan Dubes Romania juga tak lupa mempromosikan pariwisata Bali dan berharap warga Romania datang berlibur ke Bali. Dubes sendiri mengaku terkesan dengan keindahan dan koleksi karya lukis di museum ini.

Museum Rudana memang menyimpan sejuta daya tarik sebagai museum yang dikonsep, dibangun dan dikembangkan dengan paradigma yang komprehensif. Dengan menempati bangunan yang dirancang khusus sebagai museum, Museum Rudana menganut filosofi profan (suci), dimana setiap bangunan di Museum ini membawa simbol-simbol pengabdian manusia kepada Tuhan Yang Maha Pencipta.

Baca Juga :  NATO Tidak Lihat Rusia Patuhi Perjanjian Tentang Misil

Konsep Museum Rudana sebagai struktur ruang profan diciptakan oleh pendirinya, Museum Rudana. Nyoman Rudana. Dengan konsep Tri Hita Karana, ia memimpikan sebuah bangunan yang memadukan ruang, lingkungan: internal dan eksternal yang meliputi warga sekitar, yang mencakup segala sesuatu pada struktur ruang: manusia, manajemen, staf, koleksi museum dan semua faktor yang mendukungnya.

Di Museum Rudana, pengunjung dimanjakan dengan keindahan karya seni berupa lukisan, wayang kulit, hingga patung di bangunan dengan arsitektur khas Bali. Sambil menikmati karya seni, pengunjung juga disuguhkan dengan pemandangan alam di sekitar museum.

Museum Rudana merupakan wadah bagi para seniman untuk memamerkan karya mereka. Tak hanya seniman lokal Bali, di museum ini juga terdapat karya seni dari luar Bali dan seniman dari berbagai negara. Di museum ini terdapat lebih dari 400 lukisan dan patung yang menjadi saksi sejarah perkembangan seni rupa, khususnya seni lukis di Indonesia.

Semua karya seni dipajang dengan penataan yang estetis dan apik. Di lantai atas, kita dapat melihat karya seni lukis Bali klasik, mulai dari gaya Ubud dan gaya Batuan, seperti karya Gusti Nyoman Lempad, I Gusti Ketut Kobot, Ida Bagus Made, Wayan Bendi, dan Wayan Jujul.

Di lantai satu dan dua, terpampang karya seni lukis modern Indonesia, seperti karya dari seniman Affandi, Basuki Abdullah, Kartika Affandi, Nyoman Gunarsa, Made Wianta, Soepono, Dullah, Fadjar Sidik, Abas Alibasah, Srihadi Soedarsono, Roedyat, Made Budhiana, dan Wayan Darmika.

Museum Rudana juga menampilkan karya-karya pelukis asing yang bermukim di Bali, seperti Antonio Blanco (Spanyol), Yuri Gorbachev (Rusia), Jafar Islah (Kuwait), serta Iyama Tadayuki dari Jepang. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here