Duel Panas Indonesia vs Thailand Warnai Perebutan Sabuk WBC Asia Silver di Bali

0
530

Balinetizen.com, Denpasar-

Indonesia akan mencatat sejarah baru di dunia olahraga tarung dengan digelarnya perebutan sabuk World Boxing Council (WBC) Asia Silver untuk pertama kalinya di Tanah Air. Ajang bertajuk “FIRST BLOOD” itu akan berlangsung pada 28 Maret 2026 di ATLAS Super Club, Berawa, Bali.

Event bertaraf internasional ini menghadirkan rangkaian pertandingan tinju profesional (boxing) dan Muay Thai, dengan sejumlah laga utama yang diprediksi menyedot perhatian publik. Sorotan utama tertuju pada partai puncak yang mempertemukan petinju Indonesia, Rabowo Surya, melawan Aniwat Ngonsai dari Thailand dalam duel 8 ronde untuk memperebutkan sabuk WBC Asia Silver Cruiserweight Championship.

Laga ini dinilai menjadi momentum penting bagi kebangkitan tinju profesional Indonesia di level Asia. Rabowo pun menegaskan dirinya siap tampil maksimal demi membawa kemenangan untuk Merah Putih. “Dari 18 tahun lalu saya sudah berkecimpung di dunia tinju. Saya baru saja menyelesaikan fight dengan salah satu juara Indonesia. Buat saya ini kesempatan yang baik dan saya akan melakukannya dengan maksimal,” ujar Rabowo.

Ia mengakui lawan yang dihadapi bukan sosok sembarangan. Namun, dengan persiapan yang sudah dijalani, ia optimistis bisa memberikan hasil terbaik. “Lawannya juga lumayan berat. Bukan orang Thailand yang datang ke sini untuk kalah. Tapi kami yakin dengan persiapan yang kami punya, kami bisa handle dengan baik. Teknik mereka dari Thailand bagus, tapi ini boxing. Kalau di Indonesia, soal teknik kita juga tidak kalah,” katanya.

Rabowo menambahkan, kemenangan dalam laga ini bukan hanya soal gelar, tetapi juga bentuk pembuktian bahwa tinju Indonesia terus berkembang. “Saya optimis karena ingin menang untuk Indonesia juga. Tinju sekarang sudah mulai maju dibanding dulu. Semoga industrinya makin berkembang,” imbuhnya.

Baca Juga :  Komnas KIPI: Tidak Ada Yang Meninggal Karena Vaksinasi COVID-19

Selain partai utama, ajang ini juga akan menghadirkan co-main event perebutan WBC Muay Thai Indonesia Lightweight Championship yang mempertemukan Agung Wahyudi dengan Arsy Ahmad dalam pertarungan 5 ronde.

Salah satu petarung yang juga menjadi sorotan adalah Satria Anak Melayu, yang menegaskan ambisinya untuk membawa nama Indonesia dalam pertarungan melawan lawan dari Thailand. “Saya punya target dan ambisi karena saya membawa marwah Melayu dan Indonesia. Pastinya saya berhadapan dengan petinju dari Thailand dan saya tidak akan menganggap remeh. Saya siap untuk menang,” ujar Satria.

Ia mengatakan persiapan dilakukan secara serius karena dirinya datang sebagai petarung profesional dengan target utama meraih kemenangan. “Saya selalu melakukan persiapan karena saya profesional fighter. Targetnya adalah kemenangan. Kalau KO itu bonus. Yang pasti saya akan bermain dengan game plan yang sudah saya latih bersama pelatih saya,” tegasnya.

Tak hanya itu, Satria juga menanggapi komentar lawannya yang sempat meremehkan postur tubuhnya.“Tadi dia bilang saya anak kecil karena lebih pendek dari dia. Tapi kita lihat, anak kecil ini akan memukul dia besok,” katanya.

Ajang “FIRST BLOOD” juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bali. Pasalnya, petinju asal Pulau Dewata, Cakti Dwi Putra, akan menjalani debut profesional di kelas welterweight dan siap tampil di hadapan publik sendiri. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Garuda Legacy Promotion (GLP), promotor olahraga tarung yang baru berdiri pada akhir 2025. Meski tergolong baru, GLP langsung menunjukkan keseriusannya dengan menghadirkan event berstandar internasional.

GLP dipimpin oleh promotor sekaligus tokoh tinju asal Rusia, Vadim Petrov, yang memiliki pengalaman panjang di industri tinju Eropa. Ia menilai Indonesia memiliki banyak talenta potensial, tetapi membutuhkan pembinaan yang lebih terstruktur agar mampu bersaing di level dunia. “Indonesia memiliki banyak talenta berbakat. Melalui Garuda Legacy Promotion, kami ingin menghadirkan standar pelatihan, disiplin, kesehatan, serta manajemen atlet yang lebih profesional agar para petinju Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia,” ujar Vadim.

Baca Juga :  Wagub Cok Ace Sebut Transaksi Digital Bukan Semata untuk Pengusaha Besar

Pemilihan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan juga dinilai strategis. Selain dikenal sebagai destinasi wisata internasional, Bali diharapkan bisa menjadi panggung yang tepat untuk memperluas eksposur olahraga tarung Indonesia ke level global.

Seluruh pertandingan dapat disaksikan langsung di venue maupun melalui layanan Pay-Per-View (PPV) di aplikasi Vidio.

Ajang perebutan sabuk WBC Asia ini sekaligus menjadi langkah awal GLP dalam membangun ekosistem olahraga tarung yang berkelanjutan dan lebih kompetitif di Indonesia.

Informasi Acara

  • Tanggal: 28 Maret 2026
  • Lokasi: ATLAS Super Club, Berawa, Bali
  • Jenis Acara: Boxing & Muay Thai – Perebutan Sabuk WBC Asia
  • Live Streaming: Vidio (PPV)

BN-Radha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here