Dukung KTT G-20, DPD Prajaniti Bali Rekomendasikan R-9

0
230

Balinetizen.com, Denpasar

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali (Prajaniti Bali) dukung pelaksanaan KTT G-20 yang dilaksanakan di Bali. Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Prajaniti Bali, I Made Dwija Suastana, S.H.,M.H selaku narasumber dalam Diskusi Publik “ Peran Pemuda Dalam KTT G-20 di Bali, Selasa 25 Oktober 2022 di Terali Resto Jl. Sudirman Denpasar.

Diskusi publik yang digelar oleh Maritim Muda Nusantara Provinsi Bali ini dihadiri oleh pentolan aktivis muda dari KMHDI PC Denpasar, KMHDI PC Buleleng, PMKRI serta elemen mahasiswa kampus yang ada di Denpasar. Selain itu, diskusi publik ini juga menghadirkan narasumber lainnya yaitu pengusaha muda, Ketut Sae Tanju, S.E.,M.M, serta aktivis muda yang juga Pengurus Pusat KMHDI, Wayan Agus Pebriana.

Menurut Plt. Ketua Maritim Muda Nusantara Putu Agus Gunawan bahwa KTT G20 ini merupakan ajang yang besar dampaknya untuk Bali dan Indonesia secara umum terutamanya bagaimana exit strategy dalam menghadapi resesi global pasca pandemi.
Menurutnya, Bali adalah Daerah yang nyaman dan aman sehingga nantinya Bali menjadi wajah Indonesia di mata Dunia. KTT G20 yang di laksanakan di Bali menjadi pilihan yang sangat tepat selain berdampak untuk pemulihan pariwisata Bali dan Perekonomian Indonesia, KTT G20 juga menjadikan Indonesia disoroti oleh seluruh Negara Besar di Dunia.

KTT G20 yang di laksanakan di Bali merupakan pilihan yang sangat tepat, karena Bali adalah Daerah yang nyaman dan aman sehingga nantinya Bali menjadi wajah Indonesia di mata Dunia , Oleh karena itu Agus mengajak para pemuda Bali dan yang tinggal di Bali untuk bersama – sama sukseskan agenda KTT G20 agar terlaksana dengan damai untuk Bali dan Indonesia Kedepan, “Kita Sebagai Pemuda Bali tentunya harus menyambut baik dan ikut andil dalam menyukseskan KTT G20”, sambung Putu Agus Gunawan.

Baca Juga :  Hadir Bangkitkan Ekonomi Masyarakat Bertepatan Saraswati, Bupati Giri Prasta Launching Aplikasi BAGO

Sementara itu, Prajaniti Bali yang diwakili oleh Sekretaris DPD, I Made Dwija Suastana menyerukan Recommendation 9 (R-9) yang diharapkan dapat didengar oleh para pemimpin dunia yang tergabung dalam G-20 yang akan bersidang dari tanggal 15-16 November mendatang.

Adapun R-9 rumusan dari Prajaniti Bali tersebut adalah:
1. Re-urging WHO to announce the current status of global pandemic in order to enhance the opportunity of a stronger recovery ( Mendesak kembali badan Kesehatan dunia PBB, WHO untuk menetapkan status terbaru pandemi covid-19 dalam upaya memperluas kesempatan pemulihan yang lebih signifikan)
2. Restructurisation on Global Finance policy (Mempertajam peran dan fungsi IMF (International Monetary Funds) untuk melakukan langkah re-strukturisasi kebijakan keuangan global agar mampu menolong seluruh negara-negara di dunia selamat dari resesi ekonomi bukan malah sebaliknya menjadi rentenir yang menjerat negara-negara di dunia
3. Replanting food sources through strengthening regulations that reach practical level (mendorong organisasi PBB yang menangani masalah pangan (FAO) untuk memberlakukan Protocol on food security (Protocol FAO tentang ketahanan pangan. Penetapkan protokol FAO ini menyangkut tentang penanaman kembali sumber-sumber pangan yang bertujuan melindungi keberlangsungan hidup masyarakat dunia.
4. Reforestation for water security and ecosystem sustainability (KTT G-20 agar mendesak organisasi PBB yang menangani lingkungan (United Nations Environment Programme – UNEP) untuk menerapkan kebijakan global dalam usaha penanaman hutan kembali demi terjaganya ekosistem dan keseimbangan tata kelola air.
5. Re-bonding between countries that have potential conflict in order to keep global peace (Mengambil peran strategis meningkatkan intensitas dialog antar negara-negara yang terlibat konflik)
6. Realization of economic benefits for Indonesia from the implementation of the G-20 meetings ( Khusus untuk Indonesia, agar Presidensi Indonesia G20 yang dijabat Indonesia kali ini di manfaatkan sebesar-besarnya demi kepentingan ekonomi Indonesia)
7. Refocussing on respective national interest to be more attentive on humanity, famine threats (ancaman bencana kelaparan) in various parts of the world.
(Menata ulang kembali konsentrasi negara-negara peserta G20 agar lebih fokus kepada upaya mengatasi berbagai krisis kemanusiaan, bencana kelaparan yang tengah terjadi di berbagai belahan dunia)
8. Repositioning on global leadership (Melakukan langkah reposisi terhadap kepemimpinan global)
9. Revitalizing the protocol of comprehensive recovery especially the psychological impact of the post COVID-19 pandemic.
(Me-revitalisasi berbagai kebijakan strategis baik secara internasioanal maupun internal negara anggota G-20 yang berkaitan dengan pemulihan efek psikologis pasca pandemi covid-19)

Baca Juga :  Jadi Keynote Speak Pada PKKBM di Universitas Bali Internasional, Wawali Arya Wibawa Paparkan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Denpasar

Sebagaimana diketahui, G20 adalah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU). G20 merepresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia. Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.
Dibentuk pada 1999 atas inisiasi anggota G7, G20 merangkul negara maju dan berkembang untuk bersama-sama mengatasi krisis, utamanya yang melanda Asia, Rusia, dan Amerika Latin.
Adapun tujuan G20 adalah mewujudkan pertumbuhan global yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif. (RED-BN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here