Balinetizen.com, Buleleng
Cabang olahraga Shorinji Kempo Kabupaten Buleleng kembali menunjukkan dominasinya di ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2026. Berbekal raihan 12 medali emas, 12 medali perak, dan 12 medali perunggu, kontingen PERKEMI Buleleng sukses meraih gelar Juara Umum I sekaligus mengukuhkan diri sebagai kekuatan utama kempo pelajar di Bali.
Keberhasilan mengumpulkan total 36 medali tersebut menjadi bukti konsistensi pembinaan atlet yang dilakukan Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERKEMI Buleleng selama ini. Prestasi tersebut juga menjadi capaian membanggakan bagi dunia olahraga Buleleng, khususnya cabang Shorinji Kempo yang selama beberapa tahun terakhir terus menunjukkan perkembangan positif.
Sejak hari pertama pertandingan, para kenshi Buleleng tampil impresif di berbagai nomor yang dipertandingkan. Hasil latihan intensif melalui program Training Center (TC) mampu diterjemahkan dengan baik di arena pertandingan. Para atlet tampil percaya diri dan mampu bersaing ketat menghadapi peserta dari kabupaten/kota lain di Bali.
Ketua Umum Pengkab PERKEMI Buleleng, I Ketut Suweca, saat dihubungi, Kamis (11/6), menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, official, serta orang tua atlet yang telah memberikan dukungan penuh selama proses persiapan hingga pelaksanaan Porjar Bali 2026.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh elemen yang terlibat dalam pembinaan atlet. Disiplin latihan, semangat juang, serta komitmen untuk memberikan yang terbaik menjadi faktor penting yang mengantarkan Buleleng meraih posisi tertinggi dalam klasemen akhir.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras bersama. Atlet telah berlatih dengan disiplin dan penuh semangat selama berbulan-bulan. Gelar Juara Umum I ini menjadi buah dari dedikasi seluruh tim yang terus berjuang membawa nama baik Buleleng,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan meraih 12 emas, 12 perak, dan 12 perunggu tidak hanya menunjukkan kualitas teknik para atlet, tetapi juga menggambarkan mental juara yang dimiliki para kenshi Buleleng. Di tengah persaingan yang ketat, mereka mampu menjaga fokus, menjunjung tinggi sportivitas, dan tampil maksimal hingga akhir pertandingan.
Capaian tersebut, lanjut Suweca, diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Buleleng untuk terus berprestasi melalui olahraga. Selain itu, hasil yang diraih pada Porjar Bali 2026 menjadi indikator bahwa pembinaan atlet usia pelajar di Buleleng berjalan dengan baik dan mampu melahirkan atlet-atlet potensial di tingkat provinsi.
Meski berhasil meraih gelar juara umum, pihaknya tidak ingin larut dalam euforia. Pengkab PERKEMI Buleleng berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan mempersiapkan regenerasi atlet sejak usia dini. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga prestasi sekaligus mempertahankan posisi Buleleng sebagai salah satu daerah dengan tradisi kuat dalam olahraga kempo.
“Kami tidak ingin cepat berpuas diri. Pembinaan atlet akan terus kami tingkatkan karena masih banyak agenda dan kejuaraan yang harus dihadapi ke depan. Atlet-atlet berbakat juga sudah kami siapkan sebagai bagian dari regenerasi,” tandasnya. GS

