Balinetizen.com, Denpasar
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Kantor Perwakilan II Surabaya terus memperkuat literasi keuangan di Bali melalui program LPS Goes To Campus yang digelar di Universitas Ngurah Rai, Denpasar. Kegiatan ini menyasar kalangan mahasiswa sebagai agen perubahan sekaligus ujung tombak penyebaran informasi keuangan kepada masyarakat.
Sebanyak 300 mahasiswa mengikuti kegiatan edukasi yang menghadirkan sejumlah narasumber dari sektor keuangan, di antaranya Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya Bambang S. Hidayat, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bali I Gusti Agus Andiyasa, serta Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali Irhamsah.
Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya Bambang S. Hidayat mengatakan edukasi menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan, selain melalui kebijakan penjaminan simpanan yang selama ini dijalankan oleh LPS.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis karena mampu menjadi penyambung informasi kepada masyarakat luas, terutama terkait fungsi dan peran LPS dalam menjamin simpanan nasabah perbankan.
“Mahasiswa selain sebagai agent of change juga bisa menjadi agen informasi. Pekerjaan rumah kami cukup besar karena cakupan edukasi yang harus dilakukan sangat luas,” ujar Bambang, Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan, kondisi simpanan masyarakat di sektor perbankan saat ini masih menunjukkan pertumbuhan yang positif. Karena itu, edukasi kepada generasi muda perlu terus diperkuat agar kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan tetap terjaga.
Selain memperkenalkan fungsi LPS sebagai penjamin simpanan, kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman mengenai investasi yang legal, aman, dan rasional. Edukasi ini dinilai penting di tengah maraknya tawaran investasi ilegal maupun produk keuangan berisiko yang banyak beredar melalui media sosial dan platform digital.
Direktur PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali, Irhamsah, menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan merupakan bagian penting dari upaya perlindungan konsumen.
Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk memilah dan memahami produk keuangan sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
“OJK memiliki tugas mengatur, mengawasi, dan melindungi. Salah satu cara melindungi masyarakat adalah dengan meningkatkan literasi keuangan. Mahasiswa yang sangat aktif di media sosial perlu dibekali kemampuan membedakan investasi legal dan ilegal,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Ngurah Rai, Ni Putu Tirka Widanti, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran praktisi dari lembaga keuangan memberikan manfaat besar bagi mahasiswa karena dapat menjembatani pemahaman teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik di dunia industri.
Menurutnya, sinergi antara dunia akademik dan sektor industri menjadi hal penting untuk menciptakan lulusan yang memiliki wawasan luas dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja.
“Tentunya kegiatan ini sangat berguna bagi dunia akademisi, terutama untuk mengaitkan teori yang dipelajari dengan pengalaman dan perspektif para praktisi,” ujarnya.
Melalui program LPS Goes To Campus, LPS berharap semakin banyak mahasiswa yang memahami sistem keuangan nasional, fungsi lembaga penjamin simpanan, serta pentingnya berinvestasi secara aman dan bertanggung jawab. Dengan demikian, generasi muda dapat menjadi agen literasi keuangan yang mampu memberikan edukasi positif kepada masyarakat luas. (Rls)

