Edukasi mengenai Penyebab Terputusnya Pasokan Listrik dan Himbauan Bermain Layangan dengan Aman

0
380
Ilustrasi Layang-layang tersangkut di kabel PLN.

 

Balinetizen.com, Denpasar-

Sejumlah daerah di Bali dalam beberapa waktu terakhir mengalami terputusnya aliran listrik. Untuk menjawab pertanyaan masyarakat, PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali memberikan edukasi dan penjelasan terkait penyebab terputusnya aliran listrik serta upaya pencegahan yang terus dilakukan guna menjaga keandalan sistem kelistrikan di Pulau Dewata.

Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan menyebutkan pada prinsipnya PLN tidak pernah dengan sengaja menghentikan pasokan listrik. Adapun terputusnya aliran listrik bisa disebabkan dua hal. Pertama karena terjadi gangguan dari eksternal seperti gangguan dari binatang, pohon tinggi dan layang-layang dan gangguan dari internal antara lain karena kondisi peralatan yang disebabkan usia pakai maupun kerusakan teknis lain. Kedua karena kebutuhan pemeliharaan peralatan.

“Pemeliharaan ini kami lakukan sesuai kebutuhan, seperti kalau kita punya peralatan atau kendaraan misalkan motor atau mobil, kita pasti berkala perlu ganti oli. Jadi Pemeliharaan ini adalah kebutuhan dari peralatan agar tetap bisa beroperasi dengan baik secara berkelanjutan dan tidak mengalami gangguan” ujar Petrus Irwan, Manager PLN UP2D Bali didampingi I Nyoman Aryawan, Assistant Manager Operasi Sistem Distribusi PLN UP2D Bali saat ditemui di Griya Bima Sakti pada Rabu, 30 Juli 2025.

Petrus turut menjelaskan istilah “pemadaman meluas” yang kerap menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

“Kita sering mendengar istilah padam meluas, ini adalah kejadian terputusnya aliran listrik pada wilayah yang luas, seperti satu Kecamatan atau Kabupaten sampai dengan seluruh wilayan, contohnya seperti separuh atau lebih dari Pulau Bali yang terjadi pemadaman. Bisa juga dilihat dari banyaknya jumlah pelanggan yang padam, sehingga masuk kategori padam meluas,” katanya.

Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan (Kanan) dan I Nyoman Aryawan, Assistant Manager Operasi Sistem Distribusi PLN UP2D Bali (Kiri).

Penghentian pasokan listrik juga tidak lepas dengan kegiatan pemeliharaan yang disesuaikan dengan kebutuhan peralatan.

Baca Juga :  Dukung Keselamatan, Dishub Denpasar Gelar Penertiban Parkir Liar di Jalan Pulau Nias, Periksa 99 Kendaraan

“Peralatan kita ini banyak terpasang di jaringan, ada yang perlu dipelihara enam bulan, ada juga setahun sekali dan dua tahun sekali. Yang paling cepat periodenya bulanan. Misalkan jaringan kita supaya bebas dari tanaman yang tumbuh dalam hal ini adalah pohon yang tinggi, biasanya bulanan, tiga bulanan sampai enam bulanan, kita pastikan tanaman tumbuh disekitar jaringan tidak mengenai jaringan,” jelas Petrus Irwan.

Durasi penghentian pasokan listrik pun akan disesuaikan dengan tingkat luasan kerja, dan jumlah personil namun PLN tetap berupaya agar terjadi seminimal mungkin. “untuk meminimalkan pemadaman karena kebutuhan pemeliharaan peralatan, PLN juga mempunyai Tim khusus yaitu tim PDKB, pemeliharaan yang dilakukan oleh tim PDKB itu tidak menyebabkan listrik pelanggan padam dan ini salah satu inovasi dari PLN untuk mengatasi kenyamanan dari pelanggan yang terganggu ketika sedang dilakukan pemeliharaan,” tambah Petrus Irwan.

Sementara itu I Nyoman Aryawan, Assistant Manager Operasi Sistem Distribusi PLN UP2D Bali  menerangkan Pelanggan tidak perlu khawatir lagi tentang kegiatan pemeliharaan terjadwal karena PLN sudah memiliki inovasi dimana setiap ada pengerjaan pemeliharaan itu akan tercreate di sistem.

“Dari sistem tersebut akan ada pemberitahuan langsung lewat aplikasi PLN Mobile. Bagi para pelanggan yang sudah mempunyai PLN Mobile, semua informasi bisa didapatkan lewat PLN Mobile, semua pekerjaan terencana yang menyebabkan terhentinya pasokan listrik ke pelanggan itu akan ternotif di PLN Mobile, aplikasi ini adalah super apps dari PLN yang harus diketahui oleh masyarakat,” jelas Nyoman Aryawan.

Gangguan dari layang-layang pun juga bisa menjadi penyebab adanya penghentian pasokan listrik secara tiba-tiba dan hal ini juga bisa membahayakan keselamatan pemain layang-layang, maka dari itu Petrus Irwan memberikan sedikit tips bagi masyarakat yang ingin bermain layang-layang yang aman dan bertanggung jawab.

Baca Juga :  Kasus Meninggal Dunia Nihil, Kasus Positif Melejit di Angka 10 Orang

Tips Bermain Layang-layang yang aman :
1. Tidak bermain dekat dengan jaringan listrik
2. Layang-layang jangan diinapkan semalam
3. Pemilihan lokasi bermain direkomendasikan dilapangan luas atau dipantai
4. Ukuran layangan dihimbau tidak terlalu besar
5. Menggunakan tali yang aman, tidak terbuat dari kawat karena bisa menghantarkan listrik.
Bagi pemain layang-layang yang layangannya sudah jatuh atau tersangkut di jaringan PLN tidak disarankan untuk mengambil sendiri karena itu bisa membahayakan keselamatan.

“Jangan sampai ada yang menyentuh langsung, biarkan itu tersangkut dan segera menghubungi petugas PLN, agar petugas PLN yang melepaskan layang- layang yang tersangkut. Masyarakat bisa melapor melalui aplikasi PLN Mobile, atau melalui kontak center PLN 123, untuk menyampaikan ke petugas PLN” tutup Petrus Irwan.

 

Pewarta : Radha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here