Foto: Anggota DPRD Denpasar Dapil Denpasar Selatan dari PSI Emiliana Sri Wahjuni saat reses bersama warga Sabtu (29/2/2020).
Balinetizen.com, Denpasar
Dampak negatif virus Corona bagi perekonomian Bali sudah sangat dirasakan masyarakat kecil khususnya pula para pekerja di bidang pariwisata. Sejumlah perusahaan di sektor pariwisata mulai merumahkan karyawan bahkan hingga ada yang mengurangi jumlah karyawan.
Kondisi ini pun menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi karyawan yang dirumahkan terkait bagaimana kelangsungan perekonomian dan kehidupan keluarga mereka.
Sejumlah warga yang menjadi korban ini pun menyampaikan aspirasi, keluhan dan kekhawatiran mereka kepada Anggota DPRD Denpasar Dapil Denpasar Selatan dari PSI (Partai Solidaritas Indonesia) Emiliana Sri Wahjuni.
Hal ini terungkap saat reses penyerahan aspirasi masyarakat di Rumah Kreatif Emiliana Sri Wahjuni di Kerta Dalem Mansion, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, Sabtu (29/2/2020). Reses Emiliana Sri Wahjuni ini juga dihadiri Sekretaris DPD PSI Kota Denpasar Veronica Karundeng.

Sejumlah warga mengaku mulai merasa tertekan hingga berpotensi depresi dengan situasi dampak virus Corona. Pasalnya mereka sudah mulai dirumahkan oleh perusahaan tempat mereka bekerja sejak beberapa waktu lalu.
“Kita takut mereka jadi depresi karena tekanan ekonomi lalu bisa ada kekerasan rumah tangga hingga berpotensi ada tindakan kriminal,” kata Emiliana Sri Wahjuni yang merupakan Anggota Komisi VI DPRD Kota Denpasar ini.
Pihaknya pun mendorong Pemerintah Kota Denpasar memberikan perhatian dan memikirkan nasib para karyawan yang dirumahkan ini. Sebab dengan lesunya pariwisata Bali dikhawatirkan lebih banyak lagi karyawan yang dirumahkan hingga kena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja)
“Dari Pemerintah Kota Denpasar apa jalan keluarnya, ini harus kita pikirkan bersama,” kata Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar yang membidangi kesejahteraan rakyat (seperti kesehatan, pendidikan pemuda dan olahraga, pemberdayaan perempuan, sosial dan tenaga kerja, kebersihan dan pertamanan, pariwisata dan lain-lain) ini.

Permasalah tenaga kerja yang dirumahkan dampak dari virus Corona ini pun akan disampaikan dan dibahas Emiliana Sri Wahjuni dalam rapat internal di Komisi IV, rapat paripurna, hingga akan dibahas secara khusus dalam rapat kordinasi dan dengar pendapat DPRD Kota Denpasar melibatkan Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial Pemerintah Kota Denpasar.
“Nasib karyawan yang dirumahkan harus segera dicarikan jalan keluarnya. Kasihan nasib keluarga mereka,” imbuh Emiliana Sri Wahjuni yang dikenal punya perhatian serius pada isu-isu ketenagakerjaan hingga perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak.
Ia juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan diri terhadap ancaman virus Corona. Terlebih saat ini sudah ada dinyatakan dua WNI positif terkena virus Corona di Indonesia.
Banyak hal bisa dilakukan. Misalnya menjaga kesehatan, kebersihan lingkungan, perbanyak minum air, sering-sering mencuci tangan, hingga hindari berjabat tangan.

“Kita kampanyekan tidak saling berjabat tangan, cukup salam Om Swastiastu bagi orang Bali atau salam secara umum,” ujar Emiliana Sri Wahjuni.
Pihaknya juga meminta pemerintah memikirkan apakah dirasakan perlu ada pembagian masker kepada masyarakat. Terlebih di pasaran keberadaan masker juga langka dan harganya bisa jauh lebih mahal dari keadaan normal.
“Apa mungkin pemerintah bisa distribusikan masker di tempat publik. Lalu saat masuk mall, kita biasakan cuci tangan. Di sekolah juga kampanyekan cuci tangan dengan alkohol atau antiseptik,” tutup Emiliana Sri Wahjuni. (dan)

