Festival Lovina 2025, Membangkitkan Semangat Bahari di Bumi Den Bukit Buleleng, Tantangan dan Peluang

0
179

 

Balinetizen.com, Buleleng

Mengenang sang penemu Lovina, AA Pandji Tisna raja Buleleng terakhir cum sastrawan, yang cerdas, sederhana dan visioner (sudah tentu bukan tanpa cela). Generasi baru kepemimpinan Buleleng semestinya melakukan kapitalisasi terhadap faktor endowment (kekayaan alam terbaik) berupa garis pantai yang terpanjang di Bali.

Lalu apa tantangan pemimpin Buleleng ke depan?

Menurut Jro Gde Sudibya, pengamat ekonomi yang bermukim di Desa Tajun, Buleleng, Sabtu 27 Juli 2025, perlunya merumuskan cetak biru kebijakan untuk menumbuhkembangkan budaya bahari, yang target sasarannya peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, yang sekarang jauh tertinggal.

Selanjutnya, kata Jro Gde Sudibya perlu dipikirkan peta jalan yang lebih jelas dan terukur dalam penyelamatan dan pengembangan budi daya Terumbu Karang, untuk penyelamatan kawasan pesisir serta peningkatan produktivitas tangkapan para nelayan.

“Posisi tawar masyarakat pesisir termasuk nelayan harus terus ditumbuh-kembangkan, melalui pembangunan koperasi nelayan yang direncanakan dengan matang, plus kebijakan publik yang lebih memihak mereka,” kata Jro Gde Sudibya.

Menurutnya, Bumi Buleleng, oleh seorang antropolog Belanda di era pemerintahan Hindia Belanda, disebut Bumi Panas, karena angin laut yang hangat segera menumpuk Bukit, yang berarti dataran rendahnya terbatas namun subur, diperlukan kebijakan integrasi pengembangan petani-nelayan yang tepat.

Sejauh mana peluang yang mesti diperhatikan oleh pemimpin Buleleng ke depan?

Menurutnya, Buleleng punya sumber daya kultural yang kuat: kepemimpinan demokratis, masyarakat lebih terbuka menerima perubahan, kontrol sosial yang lebih melekat.

“Integrasi dari sumber daya kultural ini dengan keunggulan sumber daya alam yang dimiliki, menyitir lirik sebuah lagu: “dreams Come True” – impian menjadi kenyataan’,” kata Jro Gde Sudibya, pengamat ekonomi yang bermukim di Desa Tajun, Buleleng.

Baca Juga :  Taman Wisata Alam Sibolangit Kembali Dibuka

Jurnalis Nyoman Sutiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here