
Balinetizen.com, Denpasar-
Demi mewujudkan Bali Bersih Narkoba di masa depan, Forum Indonesia Anti Narkoba (FIAN) Bali melakukan kerjasama dengan Pemuda-Pemudi Ahlulbait dalam strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba dalam tatanan Bali Era Baru.
“Sosialisasi meliputi berbagai aspek dan cara yang mungkin bisa membentengi generasi muda dari ancaman bahaya narkoba yang disinyalir semakin marak terjadi di Bali, jadi ini semacam deteksi dini cegah tangkal terhadap narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya, kata Esther Gehl, Ketua Forum Indonesia Anti Narkoba (FIAN) Bali, Minggu (4/4/2021).
Pihaknya memberikan edukasi secara holistik tentang strategi baru yang berbeda tentang pencegahan bahaya narkoba dalam situasi pandemi Covid-19 yang di masa mendatang yang semakin kompleks bahkan FIAN Bali juga memaparkan juga terkait ancaman bahaya narkoba jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS) sudah masuk ke Indonesia.
“Kami mencoba memaparkan beberapa bahaya NPS yang sangat mengkhawatirkan karena bisa masuk dalam penggunaan cairan rokok elektrik,” ujar Esther Gehl yang juga memiliki sertifikasi Konselor Adiksi ini.
Menurutnya, Penyalahgunaan obat-obatan pada zaman sekarang berbeda dengan 20 atau 30 tahun lalu. Sekarang lebih canggih dan narkoba tersebut dibuat dengan mengembangkan zat-zat kimia baru.
Bergandengan dengan organisasi ABI dengan lembaga otonomnya PANDU, Pemuda Pemudi Ahlulbait mengajak DPW FIAN Bali untuk bergandengan dalam pencegahan dan penggunaan bahaya narkoba melalui penyuluhan yang diadakan pihak pemuda pemudi Ahlulbait.
Adapun Bagir yang menjabat sebagai Pimpinan Wilayah Bali mengatakan bahwa betapa pentingnya edukasi mengenai apa dan sejauh mana bahayanya narkoba dikalangan anak muda terutama dan masyarakat pada umumnya.
Sebagai narasumber, Esther Gehl Ketua DPW FIAN Bali memberikan penyuluhan mengenai prenvention atau pencegahan yang sebaiknya dilakukan secara dini. Dimulai dari anak umur 15 tahun atau remaja sampai orangtua perlu memahami dan mengerti betapa bahayanya coba coba yang pada akhirnya bisa menghancurkan masa depan.
Sosialisasi anti narkoba tersebut diadakan pada hari Minggu, 5 April 2021 kemarin dihadiri oleh anggota-anggota PANDU Ahlulbait yang mendengarkan bahkan bertanya dengan antusias.
Fery selaku ketua Penyuluhan DPW FIAN Bali menjelaskan jenis/kelas zat yang patut diketahui oleh anak anak muda PANDU Ahlulbait sehingga edukasi dini terbentuk untuk tidak berpikiran untuk mencoba, begitu juga dengan Bayu selaku ketua Organisasi dan Perencanaan DPW FIAN Bali menambahkan persentase para pengguna yang didominasi rata-rata anak muda Indonesia, sehingga patutlah dimulai dari awal untuk berani mengatakan tidak untuk narkoba.
FIAN Bali ikut berjuang bersama pemerintah dalam program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan siap membantu dalam memberikan edukasi dini terhadap anak anak muda dimanapun berada, begitu kata Esther Gehl dalam pernyataannya tadi malam. Hidup merdeka tanpa narkoba yang di kemukakannya berulang kali bersama para Pemuda Pemudi Ahlulbait. (hd)
