Balinetizen.com, Denpasar
GANGSA Bali tancap gas. Bangun jaringan digital menasional. Jalin kerjasama dengan platform digital MANTRA, yang dikomandani oleh Piyu Padi Reborn – ketua umum AKSI (Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia).
Hal ini terungkap dalam acara Sharing Santai Bersama Piiyu Padi Reborn di The Nakal Resto Mas – Ubud, Gianyar, Minggu (20/7) lalu.
Langkah strategis dan gerak cepat serta cermat dari GANGSA Bali ini merupakan upaya nyata dan konkrit dalam memperjuangkan hak-haknya berupa royalti sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tentunya dengan tetap menjaga kekompakan dan soliditas di antara sesama artis Bali.
Melalui kerjasama ini optimalisasi karya cipta lagu Bali di dunia digital semakin tedata dengan baik. Dimana, GANGSA Bali secara sistematis tampil menjadi Publisher resmi, yang berperan sebagai jembatan lokal untuk menaungi para pencipta lagu Bali secara sah dan terstruktur.
Gangsa Bali singkatan dari Gabungan Artis Pencipta Lagu Bali, yang dikomandani oleh Komang Arjawa. Organisasi sosial ini merupakan afiliasi dari Pramusti Bali yang merupakan Persatuan Artis, Musisi, Pencipta Lagu dan Insan Seni Bali.
Ketua GANGSA Bali, Komang Arjawa menerangkan bahwa sebagai publisher GANGSA Bali tampil mewakili para pencipta lagu anggota GANGSA secara resmi dan mendaftarkan karya-karya lagu ke sistem Mantra dan menerima laporan dan royalti untuk para pencipta lagu Bali
Disamping itu, juga sekaligus mengedukasi dan memfasilitasi para anggota dalam proses perlindungan hak ciptanya dan menyusun pembagian royalti internal untuk para pencipta.
Lanjutnya, GANGSA Bali selain menandatangani kontrak lisensi digital dengan MANTRA juga akan menjalin kerjasama dengan pihak lain yang ingin menggunakan lagu (seperti artis, produser, platform)
Diakuinya, peran MANTRA dalam kerjasama ini adalah menyediakan sistem digital untuk pendaftaran lagu, pelacakan pemakaian karya di YouTube, TikTok, Spotify, dan lainnya, serta distribusi royalti secara otomatis hingga menghubungkan lagu-lagu ke berbagai platform digital.
“Sementara ini berlaku untuk jenis lisensi tertentu, dan akan dikembangkan bertahap,” katanya
Menurut Komang Arjawa, MANTRA juga menyediakan dashboard khusus untuk laporan dan kontrol akses, dan menyusun kontrak digital resmi, lengkap dengan e-sign dan e-meterai jika diperlukan. Sekaligus juga, memberikan pelatihan & pendampingan teknis dan legal kepada publisher
“Marilah bersama bangkit saling berbagi pengalaman, pengetahuan serta semangat terus berkarya sekaligus melindungi hak hak kreatif berupa royalti secara berkelanjutan,” ajaknya.(*)

