Infeksi saluran kemih (ISK) adalah jenis infeksi yang dapat menyerang bagian mana pun pada sistem kemih Anda. Kondisi ini dapat dialami oleh wanita, pria, hingga anak-anak tetapi dengan persentase lebih kecil yakni 1-2% saja.
Mau tahu penjelasan lebih lanjut mengenai gejala, penyebab, hingga cara pengobatannya? Simak, penjelasan di bawah ini.
Gejala Infeksi Saluran Kemih
Secara umum, infeksi saluran kemih akan menimbulkan peradangan atau inflamasi pada berbagai area saluran kemih. Peradangan inilah yang nantinya menimbulkan beberapa gejala, seperti:
- kencing berbau tidak sedap,
- ada tekanan pada bagian bawah panggul,
- sering buang air kecil,
- nyeri di bagian pinggang, daerah panggul, punggung bawah, hingga perut, serta
- nyeri saat buang air kecil.
Sementara itu, beberapa pengidapnya juga sangat mungkin mengalami beberapa gejala di bawah ini:
- demam,
- menggigil,
- nyeri pada alat kelamin,
- kelelahan,
- mual,
- muntah, dan
- perubahan mental.
Penyebab Infeksi Saluran Kemih
Sekitar 90% dari kasus infeksi kandung kemih disebabkan oleh bakteri E. coli. Bakteri ini biasanya terdapat di bagian usus besar. Normalnya, urin tidak akan mengandung bakteri, virus, maupun jamur.
Namun, pada pengidap ISK, ditemukan bakteri atau kuman yang berasal dari saluran pencernaan, masuk ke saluran uretra, dan mulai berkembang biak hingga menginfeksi saluran kemih Anda.
Bakteri juga bisa masuk ketika Anda secara tidak sengaja menyentuh suatu benda atau selama tindakan seksual seperti masturbasi. Maka dari itu, disarankan agar selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah berhubungan seks.
Meski siapapun sebenarnya bisa saja mengalami ISK, tetapi perempuan memiliki risiko lebih tinggi daripada pria. Ini karena wanita memiliki uretra yang lebih pendek sehingga bakteri lebih mudah masuk ke kandung kemih.
Orang yang mengalami penyumbatan pada saluran kemih (batu ginjal) dan mengidap diabetes juga lebih rentan terserang infeksi saluran kemih.
Pengobatan Infeksi Saluran Kemih
Dokter dapat menegakkan diagnosis bahwa Anda mengidap ISK setelah menjalani beberapa pemeriksaan kesehatan. Misalnya, urinalisis dan kultur urin sebagai pemeriksaan awal.
Bila setelah pengobatan tidak menunjukkan perubahan yang berarti, mungkin dokter akan menyarankan Anda agar mengambil tes lanjutan seperti ultrasonografi, sistoskopi, hingga CT scan.
Untuk pengobatan ISK, dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan berupa antibiotik. Antibiotik ini akan bekerja dengan cara menghancurkan bakteri lalu menghentikan pertumbuhannya.
Antibiotik harus diminum sesuai anjuran dokter dan dihabiskan untuk memastikan bakteri sudah mati pada saluran kemih Anda.
Selain antibiotik, sangat mungkin untuk diresepkan juga obat pereda nyeri untuk meringankan peradangan yang dialami akibat infeksi pada saluran kemih.
Selama pengobatan, Anda juga disarankan untuk mengubah kebiasaan atau gaya hidup yang lebih baik. Beberapa diantaranya yang bisa dilakukan adalah:
- Tidak mengkonsumsi alkohol, kopi, atau makanan pedas
- Berhenti merokok
- Memperbanyak air putih
- Jangan menunda buang air kecil
- Bagi wanita, bersihkan vagina dari depan ke belakang untuk mencegah masuknya bakteri ke vagina atau uretra
- Setelah berhubungan seks, pastikan Anda dan pasangan selalu membersihkan area genital tersebut
- Sebaiknya hindari penggunaan pembersih area kewanitaan
- Jagalah area kewanitaan agar selalu kering
- Hindari penggunaan pakaian ketat dan berbahan nilon
- Disarankan memakai pakaian dalam berbahan katun dan longgar
Infeksi Saluran Kemih adalah masalah kesehatan yang cukup serius dan bisa menyebabkan komplikasi lebih parah bila Anda tidak segera mengobatinya. Jika Anda merasakan salah satu gejala di atas, jangan tunda konsultasi dengan dokter. (RED-MB)

