Gelar Ritual Adat, Penari Rangda Meninggal Tertusuk Keris

0
4073

Ilustrasi

Balinetizen.com, Denpasar

Seorang pemuda berinisial GNEP (16) yang masih berstatus pelajar meregang nyawa akibat tertusuk keris saat mesolah (menari-red) tarian rangda. Peristiwa itu terjadi di sebuah rumah yang berlokasi di Jl Sutomo Nomor 44, Banjar Blong Gede, Pemecutan Kaja, Denpasar.

Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi, saat dikonfirmasi Jumat (05/02/21) mengatakan, peristiwa ini tengah didalami oleh pihak Satreskrim Polresta Denpasar. “Kini sedang didalami oleh Satreskrim Poresta Denpasar,” ungkapnya.

Sementara itu, kronologi peristiwa naas ini diungkapkan oleh Klian Dinas (Kepala dusun) Blong Gede, I Made Rispong Artha Sudanegara kejadian itu terjadi saat rangkaian gelaran Pagerwesi. “Pesertanya itu sekitar 30 orang, ritualnya namanya Natag Pertiwi,” ungkapnya.

Gelaran itu dilaksanakan hingga tengah malam. Saat gelaran berlangsung, korban yang mengenakan pakaian rangda diduga mengalami kerauhan (kesurupan). Tubuhnya lalu ditusuk dengan keris.

Gelaran ritual ini dikenal sakral, dan menusukan keris (ngurek) ke tubuh merupakan bagian dari ritual Napak Bumi.”Karena gamelan riuh biasa bunyinya pas kena (tertusuk-red) dianggap tidak apa-apa. Namun korban kemudian tersungkur, lalu saat ditolong oleh tukang gamel dan diperiksa ternyata ada darahnya,” ungkapnya lagi. Cepat-cepat, korban dilarikan ke RSUD Wangaya. Namun naas, nyawanya tak tertolong.

Kasubag Hukum dan Humas RSUD Wangaya Kota Denpasar, AA Ngurah Suastika mengatakan korban sempat dibawa ke UGD RSUD Wangaya pada Kamis (4/02/21) pukul 02.00 dini hari. Namun sayangnya luka tusukan itu begitu parah, agaknya mengenai organ vital.

“Bedasarkan hasil pemeriksaan luar, ungkapnya ditemukan luka di bagian dada kiri,” terangnya. Sementara itu, hingga kini Jenazah masih dititipkan pada Kamar Jenazah RSUD Wangaya. (Kanalbali/WIB)

Baca Juga :  1.200 Relawan Jokowi - Ma'ruf Hadir di Kuala Lumpur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here