Genjot Kemandirian Pangan, Bupati Sutjidra Serahkan Bantuan 5 Traktor dan 1 Miliar Rehabilitasi Irigasi Tersier

0
60

Balinetizen.com, Buleleng


Salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Buleleng di bawah kepemimpinan Bupati I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna. Komitmen memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan daerah ditunjukkan dengan berbagai langkah strategis. Salah satu upaya strategis yang dikerjakan ialah menyokong alat pertanian mekanisasi dan membantu infrastruktur pertanian. Pada Jumat (17/4) bertempat di Halaman Kantor Bupati Buleleng, Bupati Sutjidra menyerahkan 5  bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor dan 10 unit paket pemeliharaan irigasi dengan total 1 miliar rupiah.

Dalam kesempatan tersebut, diserahkan 5 unit traktor roda dua 6,5 pk serta 10 paket pemeliharaan irigasi tersier yakni jaringan irigasi yang berada di kawasan budidaya tanaman padi, dengan total anggaran Rp1 miliar. Setiap paket senilai Rp100 juta dilaksanakan secara padat karya oleh kelompok tani/subak.Bantuan ini merupakan hasil koordinasi intensif Pemkab Buleleng dengan Kementerian Pertanian.

Bupati Sutjidra memaparkan bahwa salah satu permasalahan dalam pertanian di Buleleng yang harus ditangani dalam mendukung kemandirian pangan ialah sistem irigasi. Hal ini menyebabkan produktivitas pertanian belum optimal di sejumlah wilayah. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong percepatan perbaikan jaringan irigasi agar distribusi air ke subak-subak dapat berjalan maksimal. Pada tahun ini, Pemkab Buleleng menargetkan rehabilitasi sekitar 40 saluran irigasi.

“Dengan terpenuhinya kebutuhan air, diharapkan produksi dari masing-masing subak sawah dapat meningkat, sehingga target kemandirian pangan di Kabupaten Buleleng bisa tercapai.” ujarnya

Selain itu, Pemkab Buleleng juga mendorong peran aktif subak dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah dengan insentif pajak. Pemerintah memberikan keringanan pajak hingga 90 persen bagi lahan yang masuk dalam Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) guna menekan alih fungsi lahan. Kebijakan ini sekaligus menjadi upaya menjaga ketersediaan pangan yang berdampak langsung pada kesehatan dan produktivitas masyarakat. Dengan demikian, dukungan dan komitmen bersama dari para petani menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

“Saya berharap subak-subak tetap aktif berproduksi guna memenuhi kebutuhan pangan di Kabupaten Buleleng. Kebijakan keringanan pajak hingga 90 persen ini merupakan komitmen kami agar lahan sawah tetap lestari dan tidak dialihfungsikan.” tegasnya

Baca Juga :  Bupati Simalungun Bersama Forkopimda Sambut Kunker Tim Wasev TMMD Ke-127 Tahun 2026 di Wilayah Kodim 0207/Simalungun

Ke depannya, Sutjidra menekankan akan terus memperkuat dukungan sektor pertanian secara menyeluruh. Melalui penyediaan bibit, pupuk bersubsidi, pendampingan, serta peningkatan sistem pengairan. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani. Ia juga menyampaikan, di tengah tantangan alih fungsi lahan akibat tekanan pembangunan, pemerintah telah menetapkan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) sebagai lahan yang dilindungi guna menjaga keberlangsungan produksi pertanian.

“Kami berkomitmen tidak memberikan izin alih fungsi lahan di kawasan KP2B demi menjaga keberlanjutan produksi pangan. Jika lahan sawah terus berkurang, maka produksi beras akan menurun, dan itu sudah kami antisipasi sejak dini.” paparnya

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng Gede Melandrat, menyampaikan bahwa dukungan ini sangat penting untuk mengoptimalkan potensi produksi pertanian. Selama ini, masih terdapat sejumlah kendala yang menyebabkan target produksi belum tercapai secara maksimal. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan pusat terus diperkuat agar bantuan dapat berkelanjutan.

“Bantuan ini sangat berarti karena sekitar 15 persen potensi peningkatan produksi belum tercapai akibat keterbatasan tenaga kerja dan kerusakan saluran irigasi. Demikian alat mekanisasi dan bantuan perbaikan irigasi ini akan sangat membantu petani” ungkapnya.

Sementara itu, para petani penerima bantuan menyatakan bahwa bantuan ini memang sangat diharapkan. Baik dari sisi alat maupun infrastruktur pendukung. Ke depan, diharapkan bantuan komprehensif dari pemerintah terus tersalurkan

“Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, menyampaikan bahwa dukungan ini sangat penting untuk mengoptimalkan potensi produksi pertanian. Selama ini, masih terdapat sejumlah kendala yang menyebabkan target produksi belum tercapai secara maksimal. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan pusat terus diperkuat agar bantuan dapat berkelanjutan.

Baca Juga :  Putu Parwata: Manajemen Hotel dan Pekerja Perlu Ada Harmonisasi

“Bantuan ini sangat berarti karena sekitar 15 persen potensi peningkatan produksi belum tercapai akibat keterbatasan tenaga kerja dan kerusakan saluran irigasi,” ungkapnya.

Sementara itu, para petani sebagai penerima manfaat juga merasakan langsung dampak dari program tersebut. Bantuan yang diberikan dinilai mampu menunjang kebutuhan pertanian, baik dari sisi alat maupun infrastruktur pendukung. Namun demikian, perbaikan saluran irigasi masih perlu terus dilakukan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah pun sangat diharapkan.

“Bukan hanya dari alat kerja pertanian, bantuan irigasi lainnya yang semua bisa menopang peningkatan produksi pangan di Kabupaten Buleleng akan sangat membantu. Bibit, obat-obatan, pupuk, dan bantuan irigasi yang pada intinya untuk menjaga mempertahankan keberadaan irigasi pengairan untuk pertanian,” ujar Made Arina dari Subak Anyar Patemon. (RED-BN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here