Gerakan Gelar Bijak Sampah, Wujudkan Sekolah Peduli dan Berdaya Guna

0
127

Balinetizen.com, Jember

Kepedulian terhadap persoalan sampah terus digalakkan di lingkungan pendidikan salah satunya melalui Gerakan Gelar Bijak Sampah, atau Gerakan Olah Reka Bijaksana Sampah di Bumi Sempagara, yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Rambipuji, Kabupaten Jember.

Gerakan tersebut merupakan kolaborasi antara SMP Negeri 3 Rambipuji dengan mahasiswa Tim PPK Ormawa BEM FKM UNEJ. Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada para siswa mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Tak berhenti pada sosialisasi, para mahasiswa juga mengajak siswa melakukan praktik pengolahan sampah hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai guna.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Tim PPK Ormawa FKM UNEJ memberikan bantuan tempat sampah yang digunakan untuk memilah sampah berdasarkan jenisnya, khususnya sampah organik dan anorganik.

Para siswa juga mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan bahan organik, seperti daun, untuk diolah menjadi pupuk tanaman. Edukasi tersebut diharapkan membuka pemahaman siswa bahwa sesuatu yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa BEM FKM UNEJ, Safir, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari kegiatan mereka di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, dengan konsep pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat.

«“Kami memiliki program yang bernama Sirasa, yang merupakan pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat. Namun, kami memiliki luaran utama yang menyasar anak-anak di usia dini,” ujar Safir.»

Menurutnya, SMP Negeri 3 Rambipuji dipilih karena pihak sekolah memiliki komitmen dan kepedulian yang tinggi terhadap persoalan lingkungan, khususnya sampah.

Ia menjelaskan, pihaknya sebelumnya bertemu dengan Kepala SMP Negeri 3 Rambipuji, Akhmad Fauzi, dalam kegiatan Bunga Desaku. Dari pertemuan tersebut, terbangun kolaborasi untuk memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada para siswa.

Baca Juga :  Gubernur Koster Tekankan Ekonomi Kerthi Bali Harus Dijalankan Serius agar Bali Berdikari Ekonomi dan Berdaulat Pangan

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Rambipuji, Akhmad Fauzi, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, Gerakan Gelar Bijak Sampah menjadi salah satu bentuk pelaksanaan amanah pemerintah daerah dalam upaya mengurangi persoalan sampah di Kabupaten Jember.

Kolaborasi antara mahasiswa dan siswa, kata dia, menunjukkan adanya komitmen bersama untuk menjaga lingkungan sekaligus mengubah cara pandang terhadap sampah.

Ke depan, pengelolaan sampah di sekolah juga akan dikembangkan melalui budidaya maggot. Sampah organik akan dimanfaatkan sebagai bahan untuk menghasilkan maggot yang selanjutnya dapat mendukung pengembangan peternakan ikan lele.

Sementara hasil pengolahan bahan organik lainnya dapat dimanfaatkan menjadi kompos. Sedangkan sampah plastik akan dipilah dan dikumpulkan untuk kemudian memiliki nilai ekonomi melalui proses penjualan kembali.

Program tersebut ditargetkan mampu membentuk kebiasaan baru bagi para siswa dalam mengelola sampah. Sebab, perubahan perilaku tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi membutuhkan proses, pembiasaan, dan konsistensi.

Pihak sekolah berharap, dalam beberapa bulan ke depan, para siswa semakin terbiasa memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.

Melalui Gerakan Gelar Bijak Sampah, SMP Negeri 3 Rambipuji bersama mahasiswa UNEJ berharap lingkungan sekolah tidak hanya menjadi lebih bersih, tetapi juga mampu menjadikan sampah sebagai sesuatu yang berhasil guna, bernilai ekonomi, dan bermanfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here