Balinetizen.com, Jember
Pemerintah Kabupaten Jember menyambut positif pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang merupakan program pemerintah pusat untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Bupati Jember, Gus Fawait, meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Dalam peninjauan tersebut, ia mengaku bangga atas hadirnya fasilitas pendidikan yang dinilai menjadi salah satu yang paling lengkap dan megah di Kabupaten Jember.
“Hari ini di Jember dibangun sebuah sekolah yang sangat megah, bahkan mungkin bisa dikatakan paling megah dan terlengkap. Mulai dari asrama yang representatif, gedung bertaraf tinggi, dua lapangan basket, hingga lapangan sepak bola berstandar FIFA,” ujar Gus Fawait.
Menurutnya, seluruh fasilitas tersebut diperuntukkan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2. Program ini diharapkan menjadi solusi nyata untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Gus Fawait menilai kebijakan Presiden menghadirkan Sekolah Rakyat merupakan bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat kurang mampu. Ia menyebut kualitas Sekolah Rakyat setara dengan sekolah unggulan nasional, namun dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Sekolah Rakyat akan melayani jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA dengan seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah. Para siswa juga akan memperoleh berbagai fasilitas, mulai dari laptop untuk setiap siswa, makan tiga kali sehari ditambah dua kali makanan ringan, seragam beserta perlengkapan sekolah secara gratis, hingga program renovasi rumah bagi orang tua siswa yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.
Pemerintah Kabupaten Jember, lanjut Gus Fawait, siap bersinergi dengan Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta berbagai pihak terkait agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat diselesaikan sesuai target pada akhir Juli 2026.
Selain memastikan pembangunan berjalan tepat waktu, Gus Fawait juga menginstruksikan seluruh camat dan lurah di Kabupaten Jember untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap anak-anak yang berpotensi putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
“Saya sudah perintahkan camat dan lurah untuk memastikan hal ini. Jika nanti masih ditemukan ada anak yang tidak bisa sekolah karena masalah biaya, maka orang pertama yang akan saya salahkan adalah camat dan lurahnya,” tegas Gus Fawait.
Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi tonggak baru pemerataan akses pendidikan di Kabupaten Jember sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang terjamin, berkualitas, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

