Harga Cabai Melonjak Tembus 80 Ribu

0
269

 

Balinetizen.com, Jembrana

Harga cabai disejumlah pasar di Kabupaten Jembrana mengalami kenaikan. Hari ini, cabai di jual dengan harga Rp.80 ribu per kilogram.

Lonjakan harga cabai mulai terjadi sejak sepekan belakangan. Bahkan sudah tiga kali mengalami kenaikan. Kondisi ini mengharuskan para ibu rumah tangga dan pengusaha kuliner untuk mengencangkan ikat pinggang.

Curah hujan tinggi beberapa hari belakangan membuat petani gagal panen diduga sebagai pemicu harga cabai naik. Selain itu, pengiriman cabai dari Jawa tersendat disebabkan penutupan pelabuhan penyeberangan di Selat Bali akibat cuaca buruk.

Sementara daerah penghasil cabai di Bali sebagai pemasok utama di sejumlah pasar di Jembrana seperti dari Buleleng dan Tabanan tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Ni Ketut Nitri, salah seorang pedagang di Pasar Umum Negara menyampaikan bahwa harga cabai merah naik secara bertahap sejak seminggu. Harga cabai awalnya Rp.25 ribu, kemudian naik menjadi Rp.60 ribu, terus Rp.70 ribu dan hari ini naik menjadi Rp.80 ribu per kilogram.

“Belinya mahal, jualnya ya mahal. Cabai besar juga naik, sekarang jualnya Rp.32 ribu per kilogram,” ujarnya, Jumat (27/6/2025)

Di tengah kenaikan harga cabai, sejumlah pedagang terpaksa menyiasatinya mencampur cabai merah kecil dengan cabai hijau dengan harapan masyarakat mampu membelinya. Cabai campur dijual kisaran Rp.60 ribu sampai Rp.65 ribu per kilogram.

Selain cabai, harga tomat juga mengalami kenaikan. Bahkan tomat dijual dengan harga Rp.35 ribu perkilogram. Komoditi ini sejak dua hari sempat kosong sehingga banyak pedagang di Pasar Umum Negara tidak menjual tomat. Selain dari Jawa, tomat juga didatangkan dari daerah Tabanan. (Komang Tole)

Baca Juga :  Sekda Adi Arnawa Lepas Jalan Santai Masyarakat Kelurahan Kerobokan Kaja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here