Balinetizen.com, Denpasar-
ICON Bali kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Pusat perbelanjaan yang berlokasi di Sanur, Denpasar, itu berhasil meraih World Silver Winner kategori Retail pada ajang FIABCI World Prix d’Excellence Awards 2026 yang digelar di Hofburg, Wina, Austria, pada 11 Juni 2026. Penghargaan tersebut menjadikan ICON Bali sebagai satu-satunya proyek retail dari Indonesia yang berhasil meraih pengakuan dalam ajang properti bergengsi dunia yang diikuti pemenang dari 76 negara.
Keberhasilan ini dipublikasikan dan dikemas dalam acara penyerahan penghargaan pada Jumat (24/7/2026) di Cultural Stage Amphiteatre, ICON Bali. Ini merupakan lanjutan dari prestasi ICON Bali yang sebelumnya meraih Gold Winner kategori Retail pada FIABCI Indonesia–REI Excellence Awards 2025. Penghargaan tingkat nasional itu mengantarkan ICON Bali menjadi wakil Indonesia di ajang internasional.
Direktur Utama PT Grha Hatten Duasatu, Heru Nasution, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa konsep yang mengangkat budaya dan identitas Bali mampu bersaing di tingkat global. “Bagi kami, penghargaan ini bukan hanya apresiasi terhadap sebuah bangunan, tetapi juga terhadap sebuah gagasan. Nilai-nilai lokal, budaya, dan identitas Bali ternyata mampu mendapatkan pengakuan di panggung dunia,” ujar Heru.
Menurut Heru, kompetisi FIABCI bukan hanya diperuntukkan bagi pusat perbelanjaan, tetapi juga berbagai proyek properti lain seperti perumahan, hotel, rumah sakit, hingga kawasan terpadu. “Kompetisi ini diikuti peserta dari 76 negara. Kami yakin karena ICON Bali memiliki banyak keunggulan, mulai dari desain, pengelolaan, konsep ruang hijau hingga pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung. Tantangannya, para juri hanya melihat melalui dokumen, foto, dan video. Padahal kalau datang langsung ke sini, mereka bisa merasakan sendiri pengalaman yang kami hadirkan,” katanya.
Heru menjelaskan sejak awal ICON Bali dirancang agar menjadi bangunan yang langsung dikenali sebagai representasi Bali. “Visi kami sederhana, ketika orang melihat bangunan ini, mereka langsung tahu bahwa ini adalah Bali. Karena itu seluruh proses perancangannya berangkat dari alam, budaya, dan karakter Pulau Bali,” ujarnya.
Konsep tersebut diwujudkan melalui berbagai elemen arsitektur yang terinspirasi dari terasering sawah, daun pisang, bunga jepon, hingga tekstur kulit buah salak. Interiornya juga mengusung konsep bringing the outside inside, menghadirkan tanaman hidup, elemen air, serta bangunan yang terbuka menghadap laut. “Salah satu keunikan ICON Bali adalah konsep inside-outside. Empat lantai bangunan terbuka langsung ke laut, tetapi suhu di dalam tetap nyaman sekitar 23 derajat Celsius. Pengunjung tetap bisa menikmati angin laut tanpa merasa kepanasan,” jelasnya.
Selain desain, Heru menegaskan keberhasilan ICON Bali juga diukur dari dampak yang diberikan kepada masyarakat. “Hingga saat ini lebih dari 3.000 orang bekerja di ICON Bali. Itu belum termasuk sektor pendukung seperti usaha kuliner, kos-kosan, transportasi, dan berbagai layanan lain yang ikut berkembang. Bagi kami, makna pembangunan bukan hanya membangun gedung, tetapi membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, kawasan Sanur juga ikut berkembang sejak kehadiran ICON Bali. Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kota Denpasar yang menata infrastruktur, pedestrian, hingga penyediaan kantong parkir sehingga akses menuju Sanur semakin nyaman. “Kami bangga bisa menjadi bagian dari bangkitnya Sanur sebagai destinasi wisata. Sekarang jalannya lebih lancar, pedestrian lebih tertata, dan wisatawan semakin nyaman berkunjung,” ujarnya.
Saat ini, ICON Bali memiliki luas area sewa sekitar 32 ribu meter persegi dengan lebih dari 200 tenant. Pusat perbelanjaan tersebut mengusung konsep one stop destination yang memadukan belanja, kuliner, hiburan, budaya, hingga rekreasi pantai dalam satu kawasan. Salah satu daya tariknya adalah Beach Floor yang memiliki akses langsung ke pantai dan menjadi area dengan lalu lintas pengunjung tertinggi. Di kawasan ini, manajemen memberikan ruang lebih besar bagi brand lokal Bali sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha daerah.
Selain itu, terdapat Floating Market yang menjadi wadah promosi bagi pelaku UMKM. Pada hari biasa, ICON Bali dikunjungi sekitar 25 ribu hingga 30 ribu orang setiap hari, sedangkan pada akhir pekan dan musim liburan jumlahnya dapat menembus lebih dari 40 ribu pengunjung per hari. Untuk melengkapi pengalaman wisata, ICON Bali juga menghadirkan berbagai atraksi seperti pertunjukan budaya Bali setiap hari, Laser Sunset Show di kawasan pantai setiap pukul 19.15 WITA, bioskop IMAX pertama di Bali, hingga berbagai kegiatan komunitas seperti yoga, bazar UMKM, talk show, dan festival yang rutin digelar bersama berbagai mitra.
Sebagai bagian dari perayaan penghargaan tersebut, ICON Bali juga menghadirkan penyanyi dan aktris Shanty yang akan tampil di panggung ICON Beach Bazaar pada Jumat (24/7) pukul 19.00 WITA. Shanty mengaku antusias dapat menjadi bagian dari perayaan tersebut. Menurutnya, ICON Bali bukan lagi sekadar pusat perbelanjaan, melainkan sudah menjadi bagian dari keseharian keluarganya sejak tinggal di Bali. “Jujur, ICON Bali adalah mal favorit keluarga kami. Anak-anak saya sekolah di Sanur, jadi mereka sering sekali berkumpul bersama teman-temannya di sini. Saya sampai hafal setiap sudut mal ini karena hampir sering mengantar mereka. Buat kami, ICON Bali sudah seperti rumah kedua,” ujar Shanty.
Ia menilai konsep yang memadukan belanja, kuliner, hiburan, hingga akses langsung ke pantai menjadikan ICON Bali berbeda dengan pusat perbelanjaan lainnya. “Semuanya lengkap di sini. Mau belanja, makan, olahraga, sampai nonton bioskop semuanya ada dalam satu kawasan. Sangat nyaman untuk keluarga,” katanya.
Pada penampilannya malam ini, Shanty akan mengajak pengunjung bernostalgia dengan membawakan lagu-lagu hit yang membesarkan namanya. “Temanya nostalgia masa remaja. Buat yang sekarang usianya sudah 40-an pasti ingat lagu-lagu saya dulu. Saya akan membawakan lagu seperti Hanya Memuji dan Oh Kasih. Jadi ayo datang jam tujuh malam di area pantai ICON Beach Bazaar, kita sing along dan bernyanyi bersama,” ajaknya.
Meski belum berencana menambah bangunan baru, Heru mengatakan pengembangan ICON Bali akan difokuskan pada peningkatan kualitas tenant, aktivasi komunitas, dan pengalaman pengunjung. “Fokus kami bukan menambah fasilitas baru, tetapi terus menyempurnakan konsep one stop destination. Kami ingin ICON Bali menjadi ruang publik yang hidup dengan berbagai kegiatan, sekaligus tetap menjadi destinasi wisata belanja yang membanggakan Bali,” katanya.
Sementara itu, Presiden Komisaris PT Grha Hatten Duasatu, Ida Bagus Rai Budarsa, menyebut penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa proyek yang dikembangkan di Indonesia mampu bersaing dengan proyek-proyek terbaik dunia. “Kami sangat bangga karena proyek ini mampu mewakili Indonesia di tingkat internasional. Penghargaan ini membuktikan kualitas proyek yang dibangun di Indonesia mampu disejajarkan dengan proyek-proyek terbaik di dunia. Bali selama ini dikenal karena budaya dan alamnya, kini sektor retail dan properti juga mendapat pengakuan internasional,” ujarnya.
Ia berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Bali. “Kami berharap ICON Bali terus menjadi rumah bagi budaya, ruang bertumbuh bagi pelaku usaha, serta destinasi wisata belanja yang membanggakan Bali. Penghargaan ini kami dedikasikan untuk Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, dan seluruh masyarakat Bali yang telah menjadi bagian dari perjalanan ICON Bali hingga dikenal di tingkat internasional,” tutup Rai Budarsa.
(Radha/BN)

