IKN, dalam Visi Kebangsaan tidak Terjebak pada “Politicking”

0
156

Ilustrasi Ibu Kota Negara (IKN)

Balinetizen.com, Denpasar

Ibu Kota Negara (IKN), sebagai keputusan politik penting dalam perspektif masa depan. Berupaya untuk penyeimbangan pembangunan Indonesia bagian Timur dan bagian Barat, sehingga Indonesia ke depan merupakan satu kesatuan wilayah secara: ekonomi, politik dan kultural (di sini termasuk lingkungan). Dengan demikian cita-cita KEADILAN dalam konstitusi menjadi lebih layak secara politik dan kebijakan untuk diwujudkan.

Hal itu dikatakan I Gde Sudibya, ekonom, pengamat kebijakan publik dan kecendrungan masa depan (trend watcher), Sabtu 9 Desember 2023 menanggapi pembangunan masa depan IKN.

Dikatakan, dari perspektif kesejarahan, proyek ini merupakan mimpi besar dari “founding father” Soekarno, untuk “dibumikan”, sudah tentu tetap berangkat tidak saja idealisme, tetapi mempertimbangkan keterbatasan sumber daya ,(limitation of resources) dalam mewujudkan mimpi itu.

“Visi besar nan mulya dari Presiden Soekarno ini, merupakan keniscayaan di hari depan, tidak semestinya dijadikan isu “ecek-ecek” sebatas meningkatkan elektibilitas politik, dengan “menguliti” kekurangan yang ada terhadap proyek ini yang sedang “on progress” dalam kampanye Pilpres yang sedang berlangsung,” kata Sudibya.

Dikatakan, demikian sebaliknya tidak “membabi buta” dan begitu “ngoyo” menyelesaikan proyek mirip cara “lampu aladin” dan cerita “Bandung Bondowoso” yang akan menguras dana negara melalui hutang yang begitu besar, membebani generasi berikut. Sudah tentu, fenomena yang tidak diinginkan oleh sang penggagas otentik Presiden Soekarno.

Menurutnya, Ganjar Pronowo dalam kunjungan singkatnya ke daerah IKN secara tersurat dan tersirat, menggambarkan idealisme IKN di atas, dengan komitmentnya untuk melanjutkan dalam perspektif jangka panjang, walaupun saat ini berpijak pada keterbatasan sumber daya yang ada.

“Pemikiran jujur, cerdas dan visioner dari seorang putra terbaik bangsa yang semestinya layak terpilih sebagai Presiden ke 8 negeri ini,” kata I Gde Sudibya, ekonom, pengamat kebijakan publik dan kecendrungan masa depan (trend watcher). (Adi Putra)

Baca Juga :  Parpol Eks BPN Hadiri Penetapan Presiden-Wakil Presiden Terpilih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here