Ilmuwan Temukan Varian VB di Belanda, Lebih Berbahaya Dari HIV Sebelumnya

0
200

Ilustrasi (ist).

Bbalinetizen.com, Denpasar-

 

Penelitian terbaru menemukan bahwa terdapat varian baru dari HIV yang dikenal sebagai varian VB di Belanda. Varian inPenelitian terbaru menemukan bahwa terdapat varian baru dari HIV yang dikenal sebagai varian VB di Belanda. Varian ini lebih cepat menular dan juga lebih berbahaya dari varian HIV sebelumnya terhadap sistem kekebalan tubuh.

Seiring dunia disibukkan dengan varian-varian baru COVID-19 di kala pandemi, ternyata terdapat virus lain yang juga mengalami mutasi dan menghasilkan varian baru. Kini ilmuwan menemukan varian baru Human Immunodeficiency Virus (HIV). Varian baru HIV ini pertama kali ditemukan di Belanda dan dipercaya sudah menginfeksi selama lebih dari 1 dekade. Varian ini dikenal sebagai varian VB. Varian ini dikabarkan lebih cepat menular.

Analisis terhadap lebih dari 100 orang yang terinfeksi menunjukkan bahwa varian tersebut meningkatkan jumlah partikel virus dalam darah seseorang, membuat mereka lebih mungkin menularkan virus.

Sebagaimana diketahui, infeksi HIV dapat menghancurkan sel- sel yang berperan dalam kekebalan tubuh, yaitu CD4 atau sel T. Jika tidak diobati, infeksi dapat berkembang menjadi acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). Varian VB dilaporkan menyebabkan penurunan sel CD4 dua kali lipat dibanding varian sebelumnya.

Dikutip dari Science, jika seseorang terinfeksi varian VB, 2 hingga 3 tahun setelah terdiagnosis akan berkembang menjadi AIDS. Padahal dibanding varian sebelumnya, rata-rata orang baru sakit AIDS setelah 6 hingga 7 tahun setelah ditemukan HIV di tubuhnya.

“Kami menemukan rata-rata orang yang terinfeksi varian ini, berkembang menjadi HIV lanjutan dalam kurun waktu 9 bulan, apabila orang tersebut tidak menjalani pengobatan dan jika terdiagnosis di usia 30-an,” ujar peneliti senior genetika dan dinamika patogen di University of Oxford sekaligus peneliti utama Chris Wymant.

Baca Juga :  Bupati Sanjaya Ngupasaksi Yadnya Desa Adat Senapahan dan Selingsing, Cepaka

Dalam penelitian ditemukan juga obat antiretroviral alias ART yang merupakan pengobatan standar HIV masih mampu bekerja mengobati varian VB.

“Untuk seseorang yang menjalani pengobatan, penurunan sistem imun akibat AIDS bisa dihentikan dan penularan virus ke orang lain juga bisa dihentikan,” jelas Wymant. sebelumnya terhadap sistem kekebalan tubuh.

Seiring dunia disibukkan dengan varian-varian baru COVID-19 di kala pandemi, ternyata terdapat virus lain yang juga mengalami mutasi dan menghasilkan varian baru. Kini ilmuwan menemukan varian baru Human Immunodeficiency Virus (HIV). Varian baru HIV ini pertama kali ditemukan di Belanda dan dipercaya sudah menginfeksi selama lebih dari 1 dekade. Varian ini dikenal sebagai varian VB. Varian ini dikabarkan lebih cepat menular.

Analisis terhadap lebih dari 100 orang yang terinfeksi menunjukkan bahwa varian tersebut meningkatkan jumlah partikel virus dalam darah seseorang, membuat mereka lebih mungkin menularkan virus.

Sebagaimana diketahui, infeksi HIV dapat menghancurkan sel- sel yang berperan dalam kekebalan tubuh, yaitu CD4 atau sel T. Jika tidak diobati, infeksi dapat berkembang menjadi acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). Varian VB dilaporkan menyebabkan penurunan sel CD4 dua kali lipat dibanding varian sebelumnya.

Dikutip dari Science, jika seseorang terinfeksi varian VB, 2 hingga 3 tahun setelah terdiagnosis akan berkembang menjadi AIDS. Padahal dibanding varian sebelumnya, rata-rata orang baru sakit AIDS setelah 6 hingga 7 tahun setelah ditemukan HIV di tubuhnya.

“Kami menemukan rata-rata orang yang terinfeksi varian ini, berkembang menjadi HIV lanjutan dalam kurun waktu 9 bulan, apabila orang tersebut tidak menjalani pengobatan dan jika terdiagnosis di usia 30-an,” ujar peneliti senior genetika dan dinamika patogen di University of Oxford sekaligus peneliti utama Chris Wymant.

Baca Juga :  Kerja Sama Pemerintah dan Masyarakat Jadi Kunci Atasi Permasalahan Sampah

Dalam penelitian ditemukan juga obat antiretroviral alias ART yang merupakan pengobatan standar HIV masih mampu bekerja mengobati varian VB.

“Untuk seseorang yang menjalani pengobatan, penurunan sistem imun akibat AIDS bisa dihentikan dan penularan virus ke orang lain juga bisa dihentikan,” jelas Wymant.

 

Pewarta : Hidayat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here