Isu Beras Oplosan, BPTU HPT Sidak Pasar Umum Negara

0
222

 

Balinetizen.com, Jembrana

Kementerian Pertanian melalui Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) melakukan sidak ke Pasar Umum Negara, Kabupaten Jembrana, Kamis (7/8/2025). Kegiatan tersebut menyikapi terkait peredaran beras oplosan yang belakangan marak disejumlah daerah.

Satu persatu pedagang beras di pasar terbesar di Bumi Makepung didatangi petugas BPTU HPT Denpasar..upaya ini guna memastikan beras yang dijual bukan beras oplosan. Selain itu, petugas juga ingin melhat dan mengetahui langsung dampak dari isu beras oplosan terhadap penjualan beras di Pasar Umum Negara.

“Monitoring hari ini, kami tidak menemukan beras oplosan beredar disini,” ujar Kepala BPTU HPT Denpasar drh. I Gusti Putu Ngurah Raka, Kamis (7/8/2025).

Beras yang beredar di Pasar Umum Negara, menurutnya kebanyakan beras produksi lokal dan hanya ada satu beras yang berasal dari Banyuwangi.

Pihaknya juga tidak menemukan dampak signifikan dari isu peredaran beras oplosan, baik terhadap pedagang maupun pembeli.
“informasi dari para pedagang beras, tidak ada pengaruhnya. Mungkin juga karena memang tidak ada beras oplosan masuk ke pasar tradisional ini,” ungkapnya.

Kegiatan monitoring, kata dia, akan terus dilakukan, baik oleh Satgas Pangan maupun instansi lainnya guna memastikan beras yang beredar bukan beras oplosan.

Sementara itu, Nyoman Kantun, salah seorang pedagang beras mengatakan bahwa penjualan beras belakangan sedikit menurun. Namun ini bukan disebabkan pengaruh isu peredaran beras oplosan, melainkan karena kondisi ekonomi.

“Mungkin karena kondisi ekonomi. Kalau beras oplosan, tidak ada pengaruhnya apalagi di tempat saya tidak ada beras oplosan,” terangnya.

Beras premium di Pasar Umum Negara masih dijual dikisaran harga Rp.16.000 perkilogram. Sedangkan beras medium diangka Rp.15.000 perkilogram. (Komang Tole)

Baca Juga :  Ironis Dekat Kantor Bupati, Warga Swadaya Perbaiki Jalan Rusak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here