Kapal Tenggelam, Dirjen Hubdat Kementerian Perhubungan Tinjau Pelabuhan Gilimanuk

0
553

Balinetizen.com, Jembrana

 

Pasca tenggelamnya KMP Yunicee di Perairan Pelabuhan Gilimanuk, Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan RI, Budi Setiyadi, Rabu (30/6/2021) datang ke Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.

Dalam keterangan pers kepada awak media, Rabu (30/6/2021), Dirjen Hubdat Kementerian Perhubungan RI, Budi Setiyadi menyampaikan turut berbelasungkawa kepada korban atas kejadian tenggelamnya KMP Yunicee di Perairan Gilimanuk.

Selanjutnya menurut keterangan nahkoda kapal yang didapat dari Ditpolair Polda Bali, bahwa kapal berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali pada Selasa (29/6/2021) sekitar pukul 17.29 WIB. Kemudian sekitar 500 meter dari bibir Pantai Perairan Pelabuhan Gilimanuk atau sebelum sandar di Dermaga Gilimanuk, karena arus cukup kuat menghempas lambung kapal sebelah kanan sehingga kapal mengalami kemiringan 5 derajat sampai dengan 10 derajat dan kemudian tenggelam.

“Kapal tenggelam sekitar pukul 19.06 Wita. Kapal ini dibuat tahun 1992. Docking terakhir kapal ini tanggal 14 Desember 2020” jelasnya.

Terkait korban saat KMP Yunicee tenggelam lanjutnya, dilakukan oleh beberapa kapal yang melakukan kegiatan rutin penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang. Dari kegiatan ini ada 36 orang penumpang yang berhasil diselamatkan dan dibawa ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Sedangkan yang di Pelabuhan Gilimanuk ada 10 orang. Dari 10 orang ini, 7 orang diantaranya meninggal dunia dan 3 orang selamat. “Jadi semuanya ada 46 orang, 39 orang selamat dan 7 orang meninggal dunia” jelasnya.

Sementara di Posko Gabungan yang didirikan oleh Kepolisian, Basarnas, TNI AL dan PT ASDP di areal Pelabuhan Gilimanuk sambungnya, ada masuk laporan orang hilang dari masyarakat sebanyak 16 orang. Dari 16 ini, ada 5 orang yang masuk dalam manifest dan 11 orang tidak ada dalam manifest.

Baca Juga :  Perbekel Desa Pengastulan Di Ringkus Polisi Diduga Terlibat Narkoba

Untuk yang manifest menurutnya ada 41 orang. Sedangkan jumlah ABK ada 13 orang, pegawai dan petugas kantin 3 orang. Sehingga jumlah manifest dengan ABK dan petugas kantin semuanya ada 57 orang.

Menyangkut proses pencarian dan hari ini merupakan hari kedua menurutnya, proses pencarian masih dilakukan oleh unsur Kepolisian, Basarnas dan TNI AL disekitar lokasi. Dari perkiraan sementara karena arus kuat, kapal sudah bergeser dari lokasi tempat tenggelam. Informasi dari Basarnas, lokasi kapal tenggelam memiliki kedalaman sekitar 50 meter sampai 75 meter. Tapi karena arus deras mungkin kapal sudah bergeser ke arah selatan.

“Untuk proses pencarian sampai dengan 7 hari kedepan dan bisa ditambah atau diperpanjang lagi sepanjang masih diperlukan” ujar Dirjen Hubdat Budi Setiyadi.

Terkait personil pencarian cukup banyak karena melibatkan instansi terkait dan sarana yang digunakan ada dari Polda Bali, dari Jatim, Basarnas, TNI AL dan dari Mabes juga menerjunkan kapal dengan peralatan ROB juga dengan sonar 2G. “Khusus untuk TNI AL menerjunkan dua KRI yakni KRI Rigel dan KRI Soputan dengan jumlah awak sekitar 110 personil” ungkapnya. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here