Kartini Fest 2025 Siap Catat Rekor MURI dan Gairahkan Pariwisata Bali

0
318

 

Balinetizen.com, Badung

Festival budaya dan musik terbesar tahun ini, Kartini Fest 2025, siap digelar meriah selama dua hari, 2–3 Mei 2025, di Peninsula Island, Kawasan ITDC Nusa Dua, Bali. Mengusung semangat emansipasi dan pelestarian budaya, Kartini Fest 2025 mengangkat tema “Perempuan, Budaya, Alam Lestari”, menghadirkan rangkaian acara menarik sejak pagi hingga malam hari.

Acara ini akan menampilkan deretan musisi papan atas Indonesia, di antaranya SLANK, Judika, JKT 48, Vieratale, serta DJ Moski Love. Tak kalah menarik, panggung juga akan dimeriahkan oleh musisi lokal Bali seperti Bagus Wiratadan Voice of Bali yang akan membawakan performa terbaik mereka.

Di hari pertama, festival ini akan semakin semarak dengan digelarnya Festival Musik dan Pameran UMKM, disusul Grand Final Miss Universe Asia, serta pencatatan Rekor MURI untuk 1.000 wanita mengenakan Batik Endek, sebagai simbol pelestarian warisan budaya Nusantara.

Direktur Utama Gloria Pentasindo, Erma Yunita, menyatakan bahwa Kartini Fest telah masuk dalam agenda tahunan resmi Dinas Pariwisata Provinsi Bali.

“Gloria Pentasindo sudah didaulat oleh Kadis Pariwisata Provinsi Bali bahwa Kartini Fest merupakan agenda tahunan yang akan dilaksanakan oleh Gloria,” jelas Erma.

Peninsula Island dipilih sebagai lokasi utama karena dinilai memiliki nilai strategis tinggi serta jaminan keamanan yang memadai.

“Tentu saja kami lebih tenang ya Pak ya karena kalau kita bicara value di Peninsula Island itu value-nya lebih tinggi dibandingkan dari yang lain dan tentu saja untuk keamanannya Pak Kami merasa lebih aman ya karena di lingkungan highlight gitu ya,” tambahnya.

Menurut Erma, ornamen serta patung yang ada di Peninsula Island juga akan memperkuat tampilan visual panggung selama festival berlangsung. Ia menambahkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi, tercermin dari jumlah tiket yang sudah terjual.

Baca Juga :  World Water Forum ke-10 Jadi Momentum Dorong Pengelolaan Air yang Adil dan Merata

“Kami tidak berani eh apa namanya crowd-nya terlalu padat ya karena satu nanti kalau kita sedikit goyang bersentuhan begitu akan menyebabkan resiko ya gesekan terus takut juga kekurangan oksigen,” ungkapnya.

Sementara itu, General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyoroti pentingnya pengaturan teknis acara, khususnya untuk tamu-tamu penting.

“Kita hanya memastikan bagaimana aransemen IO ketika ada VVIP karena kalau dari sisi keamanan sebetulnya secara otomatis sudah ada penebalan,” jelas Dwiatmika.

Ia juga berharap Kartini Fest 2025 dapat memperkuat posisi kawasan Nusa Dua sebagai tempat ideal bagi penyelenggaraan event berskala besar, baik budaya, musik, maupun olahraga.

“Dengan dua kegiatan ini kami sih berharap ini menunjukkan bahwa di Nusa Dua khususnya tetap bisa menyelenggarakan acara-acara begitu yang sifat budaya musik ini maupun yang sifatnya sport,” tambahnya.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here