Kasus Meningkat, Distan Pangan Jembrana dan Yayasan Seva Buana Gelar Vaksinasi dan Sterilisasi HPR

0
168
Balinetizen.com, Jembrana
Bidang Keswan-Kesmavet pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, Kamis (30/5/2024) melaksanakan kegiatan sterilisasi dan vaksinasi rabies hewan penular rabies (HPR). Dengan sistem stasioner (satu tempat), kegiatan dipusatkan di Wantilan Kantor Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.
Kegiatan bekerjasama dengan Yayasan Seva Buana Denpasar dan komunitas pecinta hewan khusus anjing alias Dog Lover menyasar wilayah yang belum tersentuh vaksinasi massal. Upaya ini bertujuan untuk mengendalikan populasi HPR dan mencegah meningkatnya kasus positif rabies. Pelaksanan kastrasi dan operasi ovariohisterektomi (OH) dengan target 50 ekor HPR disambut antusias warga.
Kabid Keswan-Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Widarsa mengatakan, program sterilisasi ini salah satu upaya untuk pengendalian populasi hewan penular rabies di Jembrana. Karena secara umum populasi hewan terutama anjing di semua wilayah di Jembrana belum sepenuhnya terkontrol.
“Kita bersinergi dengan Yayasan Seva Buana dan juga komunitas pecinta hewan. Mereka berperan untuk mencari anjing yang diliarkan untuk dilakukan sterilisasi atau vaksinasi,” ujar Widarsa, Kamis (30/5/2024).
Pelaksanaan kegiatan menurutnya, sesuai permintaan dari yayasan dan dog lover Jembrana. Karena sebelumnya di Desa Mendoyo Dauh Tukad sempat ditemukan kasus positif rabies.
Khusus untuk pelaksanaan vaksinasi rabies, kata dia, dilakukan dengan sistem stasioner atau dilakukan di suatu tempat saja. Artinya petugas standby di satu lokasi saja, tidak menyasar ke rumah-rumah warga mengingat Desa Mendoyo Dauh Tukad sangat luas.
“Warga sangat antusias untuk datang. Mungkin mereka sudah semakin sadar pentingnya vaksinasi dan juga sterilisasi. Disisi ada juga ditemukan HPR yang diliarkan,” ungkapnya.
Disebutnya jumlah vaksinasi rabies HPR seluruh Jembrana pada periode Januari sampai tanggal 29 Mei 2024 baru mencapai sekitar 23 persen atau sekitar 11.155 ekor dari total populasi HPR mencapai 44.076 ekor. “Jumlah kasus HPR positif rabies sebanyak 20 ekor. Hari ini yang steril ada 38 ekor HPR, itu baik anjing maupun kucing,” imbuhnya.
Ke depan ia berharap kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi rabies semakin tinggi sehingga kasus positif rabies bisa ditekan. (Komang Tole)
Baca Juga :  Kecelakaan di Jalan Tantular Denpasar, Avanza Hantam Pejalan Kaki dan APV, 4 Orang Terluka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here