Kasus WNA Meninggal di Canggu, Polisi Telusuri Potensi Penyakit Menular di Hostel

0
139

Balinetizen.com, Badung –

 

Seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok bernama DEQINGZHUOGA ditemukan meninggal dunia di kamar nomor 8 Clandestino Hostel Canggu, Jalan Kayu Tulang, Kuta Utara, Selasa (2/9/2025) sekitar pukul 11.09 Wita. Selain korban, enam tamu lainnya di hostel yang sama juga mengalami gejala serupa berupa muntah dan lemas hingga harus dilarikan ke fasilitas kesehatan.

Tim UKL Polsek Kuta Utara dipimpin Kanit Reskrim IPTU Annas Yoga Wicaksana, S.Tr.K., langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP awal.

Menurut keterangan saksi 1, Ni Putu Eka Ayu Pusparinj, sekitar pukul 11.00 Wita ia mengecek kamar 8 karena tamu belum melakukan check out. Setelah pintu berhasil dibuka, korban terlihat dalam posisi tengkurap di lantai.

Melihat kondisi itu, saksi memanggil manajer hostel. Manajer sempat memeriksa nadi korban dan menyatakan korban sudah tidak bernapas. Ambulans Nusa Medical kemudian dipanggil, disusul kedatangan pihak kepolisian.

Saksi 2, Maria Yasinta Gores, menyampaikan bahwa korban telah mengeluhkan sakit sejak Senin (1/9). Korban mengeluh sakit kepala, sakit punggung, lemas, dan sempat muntah. Pada pukul 00.30 Wita, saksi mengantar korban ke sebuah klinik untuk mendapat penanganan awal. Karena tak memiliki biaya untuk rawat inap, korban hanya diberikan resep obat sebelum kembali ke hostel.

Saksi 3, Moh. Gunawan, turut membantu proses evakuasi korban ke dan dari kendaraan online saat korban berobat.

Selain korban, tiga orang teman sekamar korban juga mengalami gejala muntah-muntah hingga harus dilarikan ke rumah sakit, yakni: Mingmin Lei (China) – dirawat di BIMC Kuta, Melanie Irene (Jerman) – dirawat di RS Siloam Kuta dan Alisa Kokonozi (Jerman) – dirawat di RS Siloam Kuta.

Baca Juga :  Parade Rindik Inovatif Meriahkan Rangkaian Hut Kota Negara ke-128

Sementara tiga tamu dari kamar nomor 5 juga mengalami gejala muntah dan dibawa ke Klinik Nusa Medica: Alahmadi Yousef Mohammed (Arab Saudi), Cana Clifford Jay (Filipina) dan Zhou Shanshan (China)

Dokter dari Klinik Nusa Medica, dr. Marcell, menyatakan bahwa: EKG korban menunjukkan flat, Tidak ada denyut nadi, Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan

“Diduga korban mengalami dehidrasi berat, Perkiraan meninggal 2–12 jam sebelum ditemukan,” ungkap Kanit Reskrim seizin Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara, S.H., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla, Sabtu (22/11/2025).

Pihak kepolisian juga menemukan sejumlah obat dalam kamar korban, seperti Paracetamol, Amoxicillin, Prednisolon, dan lainnya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan pemeriksaan forensik RSUP Prof. Ngoerah, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, ditemukan: Bercak perdarahan dan pelebaran pembuluh darah pada selaput lambung, Cairan hitam kehijauan dalam lambung, Bercak kemerahan pada usus halus dan Rongga usus besar dalam keadaan kosong.

Temuan tersebut merupakan indikator penyakit diare atau gangguan saluran pencernaan yang menyebabkan kekurangan cairan dan elektrolit. Sebab pasti kematian tidak dapat dipastikan, namun kematian akibat iritasi saluran pencernaan dan dehidrasi tidak dapat disingkirkan.

Sebelumnya, hasil uji laboratorium terhadap muntahan korban memastikan tidak ditemukan pestisida, narkoba, sianida, arsen, bahan kimia berbahaya, maupun metanol.

Polsek Kuta Utara kini melanjutkan penyelidikan, termasuk: Pemeriksaan lanjutan saksi-saksi dan pihak hostel, Koordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait kemungkinan sumber penyakit dan Penelusuran makanan, obat, atau faktor lingkungan yang memicu gejala serupa di banyak tamu.

Upaya ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan meluasnya gangguan kesehatan tersebut di lingkungan sekitar hostel.

 

(jurnalis : Tri Widiyanti)

Baca Juga :  Realisasikan Janji Kampanye , Kembang - Ipat Luncurkan Mobil Antar-Jemput Pasien Rawat Jalan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here