Balinetizen.com, Jakarta
Kinerja DPR selama ini sangat “Memble”. Hal ini mengingatkan “Jokes” Gus Dur tentang DPR setingkat Taman Kanak-kanak (TK).
Hal tersebut dikatakan Jro Gde Sudibya, anggota Badan Pekerja MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan 1999 – 2004, Minggu 30 Agustus 2025 menyikapi arogansi sejumlah anggota DPR yang menyinggung perasaan rakyat.
Dikatakan, tingkah laku oknum anggota DPR yang arogan memicu lembaga ini didemo ratusan ribu masyarakat.
“Salah satu contoh lagi, lembaga parlemen untuk kepentingan orang-orangnya menjadi pemicu dari ketidak-adilan struktural, yang menjadi pangkal penyebab kemiskinan struktural,” kata Jro Gde Sudibya.
Dikatakan, wakil rakyat tidak peka akan kondisi real kehidupan rakyatnya. Anggota DPR lebih asyik joget joget dan bangga akan kenaikkan tunjangan daripada peka terhadap rakyat yang miskin.
Menurutnya, kemiskinan mengharu-biru dalam versi Bank Dunia, tahun 2024, 2 dari 3 orang Indonesia adalah tergolong miskin.
“Jika menyimak suasana kebatinan dalam perumusan perubahan UUD 1945 menyangkut kewenangan konstitusi DPR, dan memperhatikan kinerja DPR selama ini: legislasi, anggaran, pengawasan politik, pantas untuk dikatakan lembaga DPR telah mengkhianati amanah reformasi 27 tahun laku,” katanya.
Ditambahkan, aampai pada ujungnya tuntutan rakyat untuk pembubaran lembaga ini, menjadi punya alasan secara nalar publik.
Dikatakan, rasanya, pernyataan bernada jokes dari Presiden ke 4 Gus Dur, setelah satu bulan diangkat menjadi Presiden oleh MPR RI Oktober 1999, bahwa DPR mirip TK (Taman Kanak Kanak) rasanya ada benarnya.
Lebih lanjut dikatakan, kalau menyimak kinerja DPR yang “memble” dengan penghasilan besar, “berjoget ria” dalam Sidang tahunan MPR 15 Agustus 2025 pada saat Presiden Prabowo mengumumkan tunjangan perumahan DPR per orang Rp.50 juta per bulan, pantas jadi kemarahan rakyat selama ini.
Dikatakan, “Joke” Gus Dur ini menjadi ada benarnya kritik satire terhadap lembaga ini, yang punya karakter “aji mumpung” dan “kemaruk”.
“Jokes” Gus Dur tentang kualifikasi TK ada relevansinya dalam konteks ke kinian,” kata Jro Gde Sudibya, anggota Badan Pekerja MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan 1999 – 2004.
Jurnalis Nyoman Sutiawan

