(Balinetizen.com) Denpasar –
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN – PPM) Mahasiswa Universitas Warmadewa (Unwar) Bali telah sukses dilaksanakan selama 1 bulan, sejak tanggal 22 April hingga 22 Mei 2021. KKN tersebut dijalankan di Desa Sukamaju, Kecamatan Lunyuk, Sumbawa, Provinsi NTB.
Pelaksanaan KKN-PPM ini melibatkan 29 mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 86. Mereka terdiri dari berbagai disiplin ilmu seperti pertanian, peternakan, ekonomi, hukum, sastra inggris dan ilmu pemerintahan.
Kepala desa Sukamaju, Wayan Teguh, S. H, menyambut baik aktivitas KKN-PPM ini. Ia memberikan apresiasi yang sebesarnya terhadap mahasiswa Unwar karena telah memilih Desa Sukamaju untuk dijadikan tempat pelaksanaan KKN. Selain itu, Teguh juga berharap agar kegiatan serupa kembali dilaksanakan di Desanya pada masa mendatang.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada adik-adik mahasiswa yang telah menjalankan kegiatan KKN di Desa kami. Tentu sangat diharapkan juga agar kegiatan serupa akan dilaksanakan kembali di masa yang akan datang,” ucap Wayan Teguh, dalam rilis yang diterima Metrobali.com, Kamis malam, 17 Juni 2021.
Sementara itu, Made Dharmesti Wijaya, S. Farm., M.Sc., Apt. selaku Dosen Pembimbing Mahasiswa KKN-PPM kelompok 86 menjelaskan, mahasiswa tentu diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan yang peka terhadap permasalahan lingkungannya.
“Dengan begitu, mereka juga bisa memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang terjadi,” ujar Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan itu.
Diakatan Dharmesti, pelaksanaan KKN Mahasiswa Unwar ini dilakukan secara daring dan luring dengan selalu menerapkan prokes dengan prinsip 3M bagi mahasiswa yang beraktivitas di lapangan.
“Selama 1 bulan berkegiatan di desa Sukamaju, mahasiswa KKN-PPM Unwar lebih fokus pada aspek kesehatan, yaitu dengan memberikan edukasi kepada warga tentang cara mencegah penularan COVID-19 melalui interaksi dengan warga, pemberian masker dan penyebaran pamflet terkait prokes 3M,” jelasnya.
Dharmesti menyebut, mahasiswa juga secara aktif memberikan edukasi tentang penggunaan media sosial dalam mengembangkan dan mempromosikan usaha di masa pandemi Covid-19.
Tak hanya itu, lanjut Dia, peran mahasiswa juga nampak terlihat dengan membantu perangkat desa dengan mengambil bagian dalam membantu administrasi pemberian pupuk bagi warga, sekaligus ditindaklanjuti dengan pembagian bibit tanaman cabe untuk warga desa.
“Tentu ini bertujuan agar dapat memberikan semangat bercocok tanam dan sebagai peluang usaha sampingan bagi warga,” pungkasnya.
Terpisah, Putri Indah Sari, koordinator kelompok 86 KKN-PPM Unwar menyampaikan kesan selama menjalankan KKN di Desa Sukamaju. Menurut mahasiswi Fakultas Ekonomi itu, kegiatan tersebut merupakan suatu pengalaman yang sangat menyenangkan dan bisa dijadikan sebagai pelajaran untuk kedepan, apa lagi menjalankan kegiatan di tengah wabah Covid-19.
“Saya belajar bagaimana caranya untuk mengkoordinasikan semua anggota yang bahkan tidak bisa bertemu secara langsung dan hanya bisa bekerja sama dari jauh dikarenakan pandemi saat ini,” ungkap Putri kepada Metrobali.com dalam pesan WatsApp Kamis malam.
Baginya, kegiatan tersebut membuatnya bersama teman-teman dapat belajar bahwa kerja sama itu akan menghasilkan banyak hal yang baik saat melakukan kegiatan secara berkelompok. “Ini adalah pengalaman berharga yang juga menjadi pelajaran untuk kami semua,” pungkasnya. RED-MB

