Balinetizen.com, Jembrana
Arus kencang di Selat Bali memakan korban, Selasa (29/6). Kapal Motor Penumpang (KMP) Yunicee yang berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi tenggelam saat hendak sandar di Dermaga Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.
Dari informasi KMP Yunicee berlayar dari Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 17.30 Wib. Saat hendak sandar di Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 19.00 Wita mendadak mesin kapal mati. Sehingga KMP Yunicee hanyut kearah selatan pelabuhan Gilimanuk.
KMP Yunicee yang di nahkodai Indra Saputra mengangkut 13 ABK dan 41 penumpang serta 25 kendaraan itu mulai terlihat miring, sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam disebelah selatan Pelabuhan Gilimanuk.
Sejumlah kapal yang berada di dekat lokasi kejadian memberikan pertolongan mengevakuasi penumpang. Dari kejadian itu data sementara 6 orang dinyatakan mrnjnggal dunia.
Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa dikonfirmasi disela-sela proses evakuasi korban membenarkan kejadian itu.
“Kami masih fokus evakuasi korban, Polair, brimob, basarnas masih melakukan penyisiran. Untuk sementara jumlah korban meninggal dunia ada 6 orang” ujarnya.
Seluruh korban yang berhasil dievakuasi, lanjut Kapolres akan dirujuk ke Puskesmas Gilimanuk dan RSU Negara. Pihaknya juga mendirikan posko darurat di areal Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk. (Komang Tole)

