KSAD dan Gubernur Koster Tinjau Persiapan Proyek PSEL di Benoa

0
195

Balinetizen.com, Denpasar

Pemerintah mulai melakukan pematangan lahan untuk proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Benoa, Bali, menjelang pelaksanaan groundbreaking yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Juli 2026 mendatang.

Kegiatan pematangan lahan tersebut ditinjau langsung Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak bersama Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di lahan eks Restoran Akame, Benoa, Jumat (22/5/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah alat berat mulai beroperasi melakukan pengerukan dan pemerataan tanah di area proyek yang memiliki luas sekitar enam hektare tersebut.
Direktur Operasional PT Daya Energi Bersih Nusantara, Maulana Muhammad, mengatakan proses pematangan lahan dilakukan sebagai bagian dari persiapan awal menuju groundbreaking pembangunan fasilitas PSEL.

“Persiapan lahan untuk groundbreaking sudah dimulai dari sekarang. Kami masih punya waktu sekitar 40 sampai 45 hari menuju pelaksanaan groundbreaking pada 8 Juli nanti,” ujar Maulana.

Ia menjelaskan percepatan pekerjaan di lapangan dilakukan melalui kolaborasi sejumlah pihak, termasuk dukungan alat berat dari pemerintah daerah dan TNI Angkatan Darat.

“Kami mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Denpasar, Pemerintah Kabupaten Badung, dan juga TNI Angkatan Darat untuk membantu percepatan persiapan lahan,” katanya.

Menurut Maulana, proyek PSEL tersebut akan dibangun di atas lahan yang disiapkan Pelindo seluas kurang lebih enam hektare. Fasilitas ini nantinya ditargetkan mampu mengolah sekitar 1.500 ton sampah per hari menjadi energi listrik.
Meski demikian, ia menegaskan program pemilahan sampah di Bali tetap harus berjalan untuk menjaga tata kelola sampah yang berkelanjutan.

“Harapan pemerintah daerah, pemilahan sampah tetap berjalan agar tata kelola sampah di Bali tetap baik,” ujarnya.

Baca Juga :  Wawali Jaya Negara Lepas Jalan Santai Serangkaian Dear Festival

Selain menghasilkan energi listrik, proyek PSEL juga disebut akan memanfaatkan residu hasil pengolahan sampah. Diperkirakan sekitar 100 ton residu per hari akan diolah menjadi produk bermanfaat seperti paving block, genteng, hingga material pemerataan jalan.

“Nanti Danantara akan membangun pabrik tersendiri untuk mengolah sekitar 100 ton residu ini menjadi barang-barang yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Maulana.

Pemerintah menargetkan proyek PSEL Benoa menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di Bali, terutama setelah penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.(ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here