Kunjungi DTW Sidi TapaWaterfall, Wabup Ipat Ajak Masyarakat Jaga Keasriannya

0
650
Balinetizen.com, Jembrana 
Kelurahan Tegal Cangkring di Kecamatan Mendoyo ternyata memiliki potensi wisata alam yakni air terjun Sidi Tapa Waterfall (STW). Obyek wisata yang terletak di lingkungan Petapan Persidi berjarak kurang lebih 15 km dari kantor Bupati Jembrana sangat layak untuk dijadikan pilihan wisata bagi masyarakat yang menggemari wisata alam dan khususnya wisata religi.
Obyek wisata air terjun ini mulai dikembangkan sejak bulan juni tahun 2021. Dan saat ini terus di tata dengan maksimal oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sidi Tapa sebagai pengelola obyek wisata STW ini.
“Mengawalinya pengembangan STW ini kami swadaya juga ada bantuan dana dari donatur untuk penataan bangunan, serta bantuan pemerintah daerah yang direalisasikan dalam bentuk patung” kata ketua pokdarwis Ketut  Agus Tana saat tatap muka dengan Wakil Bupati Jembrana IGN Patriana Krisna, Minggu ( 3/4/2022).
Wisata STW memiliki konsep wisata alam dengan udara sejuk karena terletak dipinggiran sungai yang didukung keberadaan air terjun (waterfall). Dan untuk penataan objek STW ini dilakukan dengan maksimal sehingga nantinya betul-betul dapat menjadi salah satu pilihan destinasi wisata di Kabupaten Jembrana.
Untuk wisatawan sendiri, Agus Tana mengatakan cukup banyak wisatawan yang berkunjung, terutama saat akhir pekan (weekend), tidak hanya dari Jembrana saja, bahkan wisatawan luar Jembrana juga banyak yang berwisata di STW ini. “Keberadaan STW tidak hanya untuk sekedar menikmati wisata alam dengan objek air terjun saja, melainkan banyak yang hadir disini untuk berwisata religi “melukat” dan bertapa yang menjadi nilai utama keberadaan Sidi Tapa Waterfall (STW)” Ucapnya.
Sementara itu, dihadapan para Pokdarwis, Wabup Patriana Krisna (Ipat) berharap kawasan wisata Sidi Tapa Waterfall (STW) agar selalu dijaga keasrian dan kebersihan sehingga para wisatawan tidak segan untuk datang kembali mengunjungi destinasi wisata ini.
“Saya lihat Kawasan wisata Sidi Tapa Waterfall (STW) ini begitu indah dan asri, penataan dilakukan dengan baik. Saya ingin ini di jaga dan dirawat dengan baik. Apalagi banyak orang yang kesini tidak hanya untuk berwisata menikmati keindahan Sidi Tapa Waterfall, juga berwisata religi “melukat” dan bersemedi (bertapa), sehingga keasrian dan keheningan kawasan ini harus betul-betul dijaga dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pihaknya mengungkap apresiasinya kepada Pokdarwis Sidi Tapa atas kejeliannya dalam melihat dan selanjutnya mengembangkan potensi yang dimiliki oleh Kelurahan Tegal Cangkring ini. “Ini tentu pontensi yang luar biasa, yang sudah dieksusi dengan baik. Kepada Pokdarwis sendiri agar meningkatkan koordinasi yang baik dengan perangkat Desa Adat maupun dinas, dan masyarakat tegal Cangkring untuk bersama-sama ikut berperan serta dalam mempromosikan STW ini agar semakin dikenal luas lagi,” ungkap Wabup Ipat yang juga berasal dari Kelurahan Tegal Cangkring.
Turut hadir dalam kegiatan tatap muka tersebut, Sekretaris Camat Mendoyo Tri Karyna Ambaradadi, perangkat kelurahan Tegal Cangkring, Bhabinkamtibmas, serta seluruh anggota Pokdarwis Sidi Tapa. (RED-BN)
Baca Juga :  Wakili Gubernur Bali, Cok Ace Sampaikan Tanggapan terhadap Raperda Penanggulangan Bencana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here