Balinetizen.com, Badung
Maskapai penerbangan berbiaya hemat terbaik versi Skytrax, Indonesia AirAsia, kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pariwisata nasional melalui peluncuran livery terbaru bertema “Labuan Bajo”, destinasi unggulan di Nusa Tenggara Timur yang dikenal dengan julukan Kota Seribu Sunset.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-AZN kini tampil memukau dengan visual ikonik seperti komodo, kapal Phinisi, suku Manggarai, dan panorama pantai Labuan Bajo. Livery ini juga menampilkan logo co-branding Wonderful Indonesia, sebagai wujud sinergi antara Indonesia AirAsia dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf).
“Kami berharap inisiatif ini dapat memperkuat daya tarik Labuan Bajo di mata wisatawan mancanegara dan mendorong pertumbuhan pariwisata serta ekonomi kreatif berkelanjutan,” ujar Captain Akhmad Sadikin, Pelaksana Tugas Direktur Utama Indonesia AirAsia saat peluncuran livery di Labuan Bajo (18/5).
Dengan tagline “Connecting Labuan Bajo to The World”, maskapai ini memanfaatkan kekuatan jaringan internasionalnya untuk menjangkau pasar global. Saat ini, Indonesia AirAsia mengoperasikan 8 rute domestik dan 25 rute internasional ke berbagai negara di Asia dan Australia. Khusus Labuan Bajo, maskapai melayani rute dari Jakarta dan Bali, serta ditunjang oleh rute internasional Kuala Lumpur–Labuan Bajo yang diluncurkan AirAsia Malaysia (AK) pada September 2024.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Widiyanti Putri Wardhana, menyambut baik upaya kreatif ini. Ia menekankan pentingnya promosi destinasi unggulan demi mencapai target devisa pariwisata sebesar Rp300 triliun di tahun 2025, dengan minimal 16 juta kunjungan wisatawan mancanegara.
“Bali masih menyumbang terbesar dengan 5,9 juta kunjungan, disusul Jakarta dan Batam. Labuan Bajo masih minim, baru 411 ribu wisatawan per 2024, dengan 55% wisatawan mancanegara. Inisiatif seperti livery Labuan Bajo ini sangat strategis,” ujarnya.
Plt Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Dwi Marhen Yono, turut menambahkan bahwa kolaborasi desain livery ini merupakan langkah nyata untuk memperluas eksposur Labuan Bajo ke dunia.“Kami ingin menjadikan Labuan Bajo sebagai sorotan global yang membanggakan, layaknya Bali. Destinasi ini potensial, eksklusif, dan kaya budaya,” ujarnya.
Selama 2024, Indonesia AirAsia mencatat telah mengangkut lebih dari 294 ribu penumpang dari dan menuju Labuan Bajo. Secara keseluruhan, Indonesia AirAsia dan AirAsia Malaysia telah membawa 188 ribu wisatawan asing ke Labuan Bajo, dengan asal terbanyak dari Tiongkok, Prancis, dan Jerman.
Dengan frekuensi penerbangan dari Denpasar yang kini mencapai 17 kali seminggu, pemerintah berharap ke depan dapat ditingkatkan hingga 25–30 kali seminggu. Dorongan juga datang dari masyarakat dan pelaku usaha pariwisata agar AirAsia membuka rute tambahan dari Australia dan Singapura, mengingat peningkatan trafik di Bandara Komodo.
“Dengan dukungan AirAsia, kami ingin menghubungkan Labuan Bajo ke rute-rute strategis, serta mengembangkan konektivitas ke destinasi sekitar seperti Ende, Maumere, Ruteng, dan pulau-pulau wisata diving di Taman Nasional Komodo,” ujar perwakilan BPOLBF.
Labuan Bajo telah menjadi tuan rumah berbagai forum internasional bergengsi seperti KTT G20 dan KTT ASEAN ke-42, mempertegas posisinya sebagai destinasi kelas dunia. Fasilitas dan infrastruktur yang semakin lengkap serta pertunjukan budaya mingguan di puncak Natasha Hill, turut mendukung pesona destinasi ini.
Kemenparekraf dan BPOLBF menegaskan bahwa strategi promosi seperti media famtrip bersama jurnalis mancanegara, bundling paket wisata, serta sinergi dengan maskapai sangat penting untuk menarik wisatawan berkualitas, bukan hanya dari sisi kuantitas.
Sebagai maskapai berstandar internasional, Indonesia AirAsia telah mengantongi sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA) dan terus mengutamakan keselamatan serta kenyamanan penumpang di setiap penerbangan.
“Kami mengajak seluruh wisatawan untuk mengikuti ketentuan perjalanan terbaru yang berlaku dan menikmati keindahan Indonesia, khususnya Labuan Bajo, bersama AirAsia,” tutup Capt. Diki.
(jurnalis : Tri Widiyanti)

