Manfaatkan Tanah Timbul, Bupati Tamba Ingin Jembrana Menjadi Pusat Udang Vaname di Bali

0
311

 

Balinetizen.com, Jembrana 

Kabupaten Jembrana akan menjadi pusat penghasil udang vaname di Bali. Dengan luasan bibir pantai yang dimiliki dari Pengeragoan perbatasan dengan Kabupaten Tabanan sampai Gilimanuk, Jembrana bakal sebagai salah satu sentral penghasil udang vaname di Indonesia.

Hal ini disampaikan Bupati Jembrana I Nengah Tamba ditemui disela-sela kunjungannya ke Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (23/10/2021). Turut serta dalam kunjungannya Forkopinda Jembrana dan Pimpinan DPRD Jembrana, Sekda Jembrana, Asisten II dan Plt Asisten III pada Setda Jembrana sekaligus Kadis Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana.

“Untuk menjadikan Jembrana penghasil udang vaname kuncinya serius, tekun dan kerja. Ini peluang pasar yang sangat besar. Yang setengah-setengah minggir. Karena ini semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat Jembrana” tandas Bupati Tamba.

Di Jembrana sudah ada tiga titik lokasi tambak udang vaname dengan luasan sekitar 40 hektar. Diantaranya di Desa Banyubiru seluas 6 hektar, 8 hektar di Desa Pengambengan, 26 hektar di Desa Tuwed. Dan luasan tambak sekarang mencapai sekitar 50 hektar setelah dibukanya satu titik lokasi baru di Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo.

Dari tiga titik lokasi yang sudah beroperasi itu, dalam satu tahunnya mampu menghasilkan kisaran 6000 ton udang vaname. Sementara dari arahan Gubernur Bali, Jembrana diberikan target 50 persen dari total jumlah kebutuhan udang di Bali sebanyak 20.000 ton pertahun.

Untuk itu, dalam memenuhi kebutuhan udang Vaname di Bali, dirinya akan membuka tambak seluas-luasnya dengan memanfaatkan tanah timbul disepanjang bibir pantai di Jembrana. Selain tambak tradisional, kelompok atau oleh perusahaan (investor). “Ini peluang besar. Kebetulan kita memiliki banyak tanah timbul. Jadi sangat potensial untuk pengembangan budidaya udang vaname” tandasnya.

Baca Juga :  Kembalikan Kelestarian Alam, Tanam Seribu Pohon di Kawasan Manggrove

Ditegaskannya, dirinya sangat serius dalam menangkap peluang ini. Keseriusan ini dibuktikan dengan mengajak unsur pimpinan Forkopimda dan DPRD Jembrana serta OPD terkait dalam kunjungannya ke sentral tambak udang vaname dengan sistem bioflok di Situbondo. Sekaligus mengunjungi dan mengetahui kondisi 25 mahasiswa Politeknik Kelautan Perikanan (PKP) Jembrana yang sedang mengikuti pelatihan di BPBAP dibawah Kementerian KKP RI.

“Saya kesini bukan tanpa alasan. Dengan mengajak Forkopinda, DPRD, Sekda dan OPD terkait untuk mengawal sekaligus menyiapkan dari sisi aturan. Karena dari retribusi ini nantinya bisa menambah pendapatan asli daerah” ujar Bupati Tamba.

Di BPBAP Situbondo, rombongan Bupati Jembrana I Nengah Tamba diterima Plt Kepala BPBAP Situbondo, Manijo beserta ahli ultra Intensif Aquagriculture Tehnologi DR Joe dari Elon Risearch Center Lovina Bali dan peneliti BPBAP Situbondo, DR Wendi Tri Prabowo. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here